JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR, Bambang Soesatyo, mempertanyakan undangan pimpinan DPR terhadap calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Timur Pradopo. Timur, Rabu (6/10/2010) pagi, memenuhi undangan pertemuan tertutup dengan lima pimpinan DPR di Gedung DPR, Jakarta.
Bambang menilai, hal ini tidak etis dilakukan sebelum Komisi III menggelar uji kelayakan dan kepatutan. "Pemanggilan calon Kapolri oleh pimpinan DPR sebelum uji kelayakan sangat tidak etis dan dapat menimbulkan kecurigaan masyarakat. Fit and proper test belum dilaksanakan, pimpinan DPR sudah curi start," kata Bambang.
Pemanggilan Timur memang mendadak. Para wartawan juga sempat mempertanyakan hal itu karena sebelumnya tak dilakukan saat akan menguji calon tunggal Panglima TNI, Agus Suhartono. Ketua DPR, Marzuki Alie, menjawab pertanyaan wartawan dan membantah ada agenda tersembunyi dibalik pertemuan tertutup dengan Timur.
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengungkapkan, pertemuan itu hanya silaturahim biasa. Pimpinan hanya menyampaikan mekanisme dan tahapan sebelum uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III. Akan tetapi, tak ada satupun unsur Komisi III yang turut dalam pertemuan tersebut.
"Kemarin siang saya meneken surat kepada Kapolri Bambang Hendarso atas kesepakatan pimpinan DPR berlima, kami minta Kapolri untuk mengundang Pak Timur mengadakan silaturahim dan pertemuan bersifat tertutup dengan pimpinan DPR lengkap. Waktu memang mendadak, hanya silaturahim," kata Priyo seusai pertemuan dengan Timur Pradopo di Ruang Pimpinan DPR, Gedung DPR, Jakarta. Namun, Priyo mengakui, ada hal-hal atau perbincangan yang bersifat rahasia dan tak bisa disampaikan kepada publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang