Diteliti, Obat Impoten Bentuk Puyer

Kompas.com - 06/10/2010, 14:13 WIB

Kompas.com - Banyak pria yang dilanda rasa cemas dan tertekan mendapati dirinya kesulitan untuk ereksi. Karena itulah para ilmuwan terus menciptakan obat yang efektif mengatasi impotensi, salah satunya obat berbentuk bubuk yang larut di mulut.

Berbeda dengan obat-obatan disfungsi ereksi konvensional, seperti Viagra, Cialis atau Levitra, obat ini berbentuk bubuk yang mudah larut di mulut dan memiliki daya kerja lebih cepat dibanding obat anti impotensi yang biasanya harus menunggu 30 menit sebelum bahan aktifnya bekerja.

Menurut IntelGenx, perusahaan Kanada yang mengembangkan obat ini, obat bubuk ini memiliki bahan aktif yang sama dengan obat anti impotensi lain namun dalam bentuk molekul yang lebih kecil. Dalam penelitian awal, dibandingkan dengan obat konvensional obat ini lebih cepat dilepaskan dalam pembuluh darah.

Hal tersebut terjadi karena lapisan jaringan dalam mulut terdiri dari ribuan pembuluh darah kecil yang dekat dengan permukaan pipi dan di bawah lidah, sehingga lebih cepat masuk ke pembuluh darah.

Teknologi yang sama sudah lebih dulu dipakai untuk obat-obatan migren dan akan dikembangkan untuk obat darah tinggi dan depresi. Dalam waktu dekat IntelGenx berencana melakukan uji coba dalam skala besar sebelum dipasarkan secara komersil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau