JAKARTA, KOMPAS.com — Bayi usia dua jam ditinggalkan ibunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Bayi malang ini dibungkus handuk, dimasukkan ke dalam tas, dan digantung di pintu WC.
"Benar ada bayi usia dua jam yang ditinggalkan orangtuanya di depan SPBU Duri Utara. Kejadiannya tadi pagi pukul 07.15 WIB," kata Dokter Silvia, Kepala Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, ketika dihubungi wartawan, Rabu (6/10/2010).
Menurut Silvia, bayi yang digantung dalam tas depan WC SPBU ini ditemukan oleh petugas SPBU. Kemudian, petugas SPBU membawa bayi malang ini ke Kepolisian Sektor Tambora. "Kami dihubungi pihak Polsek dan menuju lokasi untuk membawa bayi ke Puskesmas Tambora pukul 07.45 WIB," katanya.
Bayi berjenis kelamin laki-laki ini ketika ditemukan dalam kondisi dingin dan ari-arinya masih panjang. "Sepertinya dipotong sendiri oleh ibunya," kata dr. Silvia.
Saat ini bayi masih dalam perawatan pihak Puskesmas Tambora dan dalam kondisi stabil. Bayi laki-laki ini memiliki panjang 40 sentimeter, berat 1,950 kilogram. "Kondisinya dalam keadaan baik. Saat ini kami mengutamakan perawatan bayi," ujarnya.
Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Tambora. Polisi akan segera menyelidiki pelaku yang tega membuang bayi di WC SPBU tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang