Bayi Usia Dua Jam Digantung di WC SPBU

Kompas.com - 06/10/2010, 14:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bayi usia dua jam ditinggalkan ibunya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Bayi malang ini dibungkus handuk, dimasukkan ke dalam tas, dan digantung di pintu WC.

"Benar ada bayi usia dua jam yang ditinggalkan orangtuanya di depan SPBU Duri Utara. Kejadiannya tadi pagi pukul 07.15 WIB," kata Dokter Silvia, Kepala Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, ketika dihubungi wartawan, Rabu (6/10/2010).

Menurut Silvia, bayi yang digantung dalam tas depan WC SPBU ini ditemukan oleh petugas SPBU. Kemudian, petugas SPBU membawa bayi malang ini ke Kepolisian Sektor Tambora. "Kami dihubungi pihak Polsek dan menuju lokasi untuk membawa bayi ke Puskesmas Tambora pukul 07.45 WIB," katanya.

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini ketika ditemukan dalam kondisi dingin dan ari-arinya masih panjang. "Sepertinya dipotong sendiri oleh ibunya," kata dr. Silvia.

Saat ini bayi masih dalam perawatan pihak Puskesmas Tambora dan dalam kondisi stabil. Bayi laki-laki ini memiliki panjang 40 sentimeter, berat 1,950 kilogram. "Kondisinya dalam keadaan baik. Saat ini kami mengutamakan perawatan bayi," ujarnya.

Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Tambora. Polisi akan segera menyelidiki pelaku yang tega membuang bayi di WC SPBU tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau