JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga sore ini, polisi sudah menyusuri sejumlah tempat di wilayah Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, untuk mencari siapa orang yang tega membuang bayi laki-lakinya yang baru berusia dua jam, Rabu (6/10/2010) pagi tadi.
Tempat yang disusuri antara lain tempat-tempat kos, tempat praktik dukun beranak, dan beberapa tempat lain. Meski demikian, polisi belum mendapat titik terang mengenai pelaku yang membuang bayinya dengan cara mengguntungnya di pintu WC SPBU Duri Utara.
"Setelah mendapat laporan, kami langsung mengecek keberadaan bayi yang ditemukan di SPBU. Kemudian melakukan penelusuran banyak tempat di Kelurahan Duri Utara," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Tambora Komisaris Heri Dian.
Ditanya mengenai kemungkinan ibu bayi itu melahirkan di WC SPBU, Heri mengatakan, kemungkinan itu sangat kecil. "Tidak ada tanda-tanda seperti itu di WC-nya," ujarnya.
Penelusuran memang hanya difokuskan di wilayah Duri Utara, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa pelaku sebenarnya tinggal di wilayah lain. "Wilayah ini adalah perbatasan. Pelaku bisa saja dari luar Tambora, tapi membuang bayi di sini," katanya.
Hingga sore ini, bayi malang itu masih dalam perawatan Puskesmas Tambora. Apabila sampai pada waktunya tidak juga ketemu orangtua yang membuang bayi ini, Heri mengatakan bayi ini bisa diadopsi. "Nanti bisa diadopsi, tapi lewat prosedur yang diatur juga," katanya.
Seperti diberitakan, petugas SPBU Duri Utara pada pukul 07.15 WIB menemukan bayi berusia dua jam yang digantung di pintu WC SPBU. Bayi yang memiliki panjang 40 sentimeter dan berat 1,950 kg itu. Saat ditemukan, bayi itu dibungkus handuk dan dimasukkan ke dalam tas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang