Istanbul, Kompas
Dengan demikian, Indonesia akan menjadi acuan bagi semua negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam memitigasi risiko kelangkaan pasokan bahan makanan yang sempat terjadi pada tahun 2008, saat dunia dilanda kenaikan harga bahan makanan.
”Sementara ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa baru membangun pusat riset di Filipina. Itu pun hanya khusus untuk beras. Sedangkan Indonesia akan mengembangkan diri sebagai pusat riset pangan untuk semua jenis tanaman pangan,” ungkap Staf Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Amir Sambodo di Istanbul, Turki, Rabu (6/10).
Menurut Amir, Indonesia tidak mempromosikan sesuatu yang tidak dimiliki. Itu disebabkan saat ini Indonesia sudah memiliki lembaga riset pertanian, yakni di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, Indonesia akan benar-benar memanfaatkan Turki sebagai sasaran ekspor dan menarik investasinya ke Indonesia. Turki juga layak dijadikan sasaran khusus untuk pengembangan perdagangan internasional Indonesia karena memiliki posisi sangat strategis sebagai jalan masuk ke Benua Eropa.
”Kepada Turki, kita akan serius. Dia bisa kami jadikan sebagai jalan masuk ke arah utara, atau ke Eropa,” ujarnya. (Orin Basuki dari Istanbul, Turki)