7 Cara Memastikan Si Dia Ingin Serius

Kompas.com - 07/10/2010, 10:41 WIB

KOMPAS.com - Sulit memang, menentukan pria mana yang akhirnya akan membawa Anda ke jenjang pernikahan. Sebab meskipun awalnya si dia banyak menghabiskan waktunya bersama Anda, belakangan ia perlahan mengurangi frekuensi pertemuannya, dan akhirnya menghilang. Lain pria, lain pula perilakunya. Meskipun hubungan sudah berjalan tiga tahun, ia tak sekalipun menyebut-nyebut soal perkawinan.

Namun, ada hal-hal yang bisa Anda amati dari perilaku pria, yang bisa membantu Anda memahami rencana-rencananya bersama Anda.

Quality time vs. quantity time
Ketika hubungan semakin berkembang menjadi serius, pria mulai memahami bahwa ada perbedaan besar antara menghabiskan banyak waktu dengan Anda, atau menjalani waktu berkualitas bersama Anda. Semakin banyak yang ia pikirkan untuk kepentingan Anda berdua, semakin besar peluang bahwa ia memang ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Anda.

Merencanakan masa depan
Karier memang menjadi tujuan utama pria dan sebagian wanita. Pria yang berniat menikahi pasangannya tentu akan menunjukkan minat terhadap apa yang Anda inginkan dalam hidup ini. Ia akan bertanya mengenai rencana Anda tentang masa depan, dari karier hingga keluarga. Dengan cara itu ia sedang menimbang-nimbang bagaimana pernikahan Anda berdua akan berhasil nantinya.

Membuat keputusan finansial
Ketika pria merasa bahwa dia telah menemukan pasangan yang tepat, ia akan mulai melupakan dulu kesenangan atau hobinya, dan mulai merencanakan masa depannya. Salah satunya dengan mulai menabung lebih serius untuk "modal berumahtangga". Hal ini dilakukannya untuk meyakinkan Anda dan calon mertuanya, bahwa sebagai calon suami dan calon menantu ia punya dasar keuangan yang kuat.

Mampu menjawab pertanyaan yang "menjurus"
Obrolan seputar perkawinan atau anak cenderung tidak disukai pria. Mereka akan sangat terganggu jika pasangannya mulai menyebut-nyebut soal ini, karena pria tidak nyaman memikirkan sesuatu yang jauh ke depan. Namun, jika si dia bersedia membicarakan masalah perkawinan dengan Anda tanpa merasa terganggu, kemungkinan besar ia sudah mampu membayangkan Anda dan dia dalam hubungan jangka panjang.

Bagaimana caranya memperkenalkan Anda?
Ketika ia memperkenalkan Anda di hadapan keluarga atau teman-temannya, ia pasti lebih nyaman menyebut Anda sebagai kekasih atau pasangan serius ketimbang teman biasa. Jika ia terkesan bangga dan mau memperkenalkan Anda ke siapa saja, ini menandakan ia senang melibatkan Anda dalam kehidupannya. Amati juga, apakah ia menyebut Anda hanya sebagai "cewek gue", atau menyebut nama Anda. Dengan menyebut nama Anda, ia juga memperlakukan Anda sebagai pribadi yang utuh.

Dari "aku" jadi "kita"
Dulu Anda dan dia selalu membahasakan diri dengan "aku" atau "saya". Sekarang, ia tampak lebih sering mengatakan "kita". Artinya, ia mulai menenerima kemungkinan bahwa apapun yang Anda lakukan adalah untuk kepentingan bersama. Pernikahan akan membuat Anda dan si dia menjadi satu kesatuan, karena itu mengubah caranya berbicaranya mengenai Anda berdua bisa menjadi petunjuk yang jelas bahwa ia sedang mengarah ke jenjang yang lebih serius.

Membiarkan sentuhan pribadi Anda
Jika seorang pria membiarkan Anda mengubah tatanan di rumahnya, atau mengubah sedikit cara berpakaiannya, artinya ia bersedia dan mampu menerima peran besar Anda sebagai istrinya kelak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau