Rokok dari China Mengandung Logam Berat

Kompas.com - 07/10/2010, 17:11 WIB

KOMPAS.com Beberapa merek rokok yang berasal dari China diketahui mengandung kadar timah, arsenik, dan kadmium tiga kali lipat lebih tinggi daripada rokok asal Kanada. Hal ini merupakan temuan sebuah penelitian di Hongkong.

Dalam tulisan yang dipublikasikan di jurnal Tobacco Control itu, para peneliti mengukur kadar logam dalam setiap satu batang rokok. Padahal, seorang pencandu rokok bisa menghisap lebih dari lima batang per hari selama bertahun-tahun. "Logam ini masuk ke dalam tubuh perokok bersama dengan zat-zat toksin lainnya," kata Richard O'Connor, peneliti dari Roswell Park Cancer Institute, Amerika.

O'Connor dan timnya menggunakan rokok Kanada sebagai pembanding karena produsen dan pengimpor rokok di Kanada diwajibkan melakukan uji kandungan logam dalam rokok. O'Connor dan timnya menganalisis 78 jenis merek rokok yang popular di China dan menemukan kadar logam berat cukup tinggi, bahkan beberapa di antaranya memiliki kandungan tiga kali lebih banyak dari rokok Kanada.

Menurut data Tobacco Atlas, China merupakan negara dengan populasi perokok terbesar di dunia sekaligus menjadi produsen rokok terbesar yang memproduksi 2,5 triliun rokok tahun 2007.

"Tembakau, seperti tanaman panenan lainnya, menyerap mineral dan zat lain dari tanah. Jika tanahnya mengandung logam berat, maka dengan mudah pula zat itu diserap oleh tembakau," tulis peneliti dalam laporannya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau