Partai

Mega Beri Arahan di DPR

Kompas.com - 08/10/2010, 14:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri muncul di Gedung DPR, kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010) siang. Megawati, yang juga mantan presiden kelima RI itu, dijadwalkan akan memberikan arahan kepada semua anggota Fraksi PDI-P.

Kedatangan Mega cukup mengejutkan. Adakah agenda penting yang akan dibahas? "Hanya rapat pertemuan biasa antara DPP dan fraksi," kata Mega, saat tiba di Gedung Nusantara DPR.

Pertemuan antara Mega dan para kadernya dilangsungkan di Ruang KK I Gedung Nusantara secara tertutup. Menurut Mega, biasanya pertemuan rutin digelar di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. "Ya, sekali-sekali di DPR," ujarnya singkat.

Apa arahan yang akan disampaikan, Bu Mega? Saat diajukan pertanyaan ini, Mega hanya menjawab singkat, "Adalah. Nanti saya sampaikan di dalam," ujarnya.

Secara terpisah, Ketua DPP Bidang Hukum DPP PDI-P Trimedya Panjaitan mengatakan, Mega secara rutin memberikan arahan untuk meningkatkan kinerja fraksi. Tak ada hal khusus yang akan dibicarakan. "Ini rutin kok. Bu Mega selalu memberikan arahan. Kali ini mengambil suasana berbeda, di DPR," kata Trimedya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau