Wasior banjir

Jangan Ramai-ramai ke Amerika

Kompas.com - 08/10/2010, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bencana banjir bandang melanda Wasior, Papua. Tak kurang dari 97 orang tewas dalam bencana tersebut. Pernyataan prihatin pun terus mengalir, termasuk dari Menlu AS Hillary Clinton. Saat prihatin datang dari AS, sebanyak 13 orang anggota Komisi VIII yang salah satunya membidangi bencana justru akan bertolak ke Amerika pada 9 Oktober besok.

Mereka yang berangkat adalah para pimpinan komisi dan ketua kelompok fraksi. Sejauh ini, belum ada informasi mengenai pembatalan studi banding tersebut. Anggota Komisi VIII asal Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, tak mengetahui persis apakah para pimpinan komisi dan kelompok fraksi akan tetap bertolak ke Amerika Serikat.

"Saya tidak ikut. Yang berangkat semuanya pimpinan komisi dan kelompok fraksi. Tapi anggota lain ada yang berencana ke Wasior, Papua," kata Said kepada Kompas.com, Jumat (8/10/2010).

Menurut Said, sebanyak sembilan orang anggota Komisi VIII akan ke Wasior awal pekan depan. Seyogianya, ia berharap ada pimpinan komisi yang turut dalam rombongan.

"Menurut hemat saya, karena berbagi tugas, kita tetap ada yang ke Wasior. Tetapi, seharusnya ada pimpinan yang menyertai anggota ke daerah bencana. Jangan rame-rame ke Amerika," kata dia.

Dikatakan Said, Dewan harus secepatnya berangkat ke Wasior untuk memastikan bahwa kondisi tanggap darurat dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding, hingga siang ini belum berhasil dihubungi untuk mengetahui langkah apa yang akan dilakukan Komisi VIII untuk merespons bencana di Wasior. Nomor telepon seluler politisi PKB itu dalam keadaan tidak aktif saat dihubungi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau