JAKARTA, KOMPAS.com — Bencana banjir bandang melanda Wasior, Papua. Tak kurang dari 97 orang tewas dalam bencana tersebut. Pernyataan prihatin pun terus mengalir, termasuk dari Menlu AS Hillary Clinton. Saat prihatin datang dari AS, sebanyak 13 orang anggota Komisi VIII yang salah satunya membidangi bencana justru akan bertolak ke Amerika pada 9 Oktober besok.
Mereka yang berangkat adalah para pimpinan komisi dan ketua kelompok fraksi. Sejauh ini, belum ada informasi mengenai pembatalan studi banding tersebut. Anggota Komisi VIII asal Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, tak mengetahui persis apakah para pimpinan komisi dan kelompok fraksi akan tetap bertolak ke Amerika Serikat.
"Saya tidak ikut. Yang berangkat semuanya pimpinan komisi dan kelompok fraksi. Tapi anggota lain ada yang berencana ke Wasior, Papua," kata Said kepada Kompas.com, Jumat (8/10/2010).
Menurut Said, sebanyak sembilan orang anggota Komisi VIII akan ke Wasior awal pekan depan. Seyogianya, ia berharap ada pimpinan komisi yang turut dalam rombongan.
"Menurut hemat saya, karena berbagi tugas, kita tetap ada yang ke Wasior. Tetapi, seharusnya ada pimpinan yang menyertai anggota ke daerah bencana. Jangan rame-rame ke Amerika," kata dia.
Dikatakan Said, Dewan harus secepatnya berangkat ke Wasior untuk memastikan bahwa kondisi tanggap darurat dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding, hingga siang ini belum berhasil dihubungi untuk mengetahui langkah apa yang akan dilakukan Komisi VIII untuk merespons bencana di Wasior. Nomor telepon seluler politisi PKB itu dalam keadaan tidak aktif saat dihubungi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang