Bambang soesatyo

Yang 'Lebay' Justru Ketua DPR

Kompas.com - 08/10/2010, 15:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - "Perang" komentar berlanjut antara anggota Komisi III dengan Ketua DPR, Marzuki Alie, menyusul digulirkannya nota protes atas diundangnya calon Kapolri Komjen Timur Pradopo oleh Pimpinan DPR, beberapa hari lalu.

Bambang Soesatyo, yang menjadi salah satu motor nota protes yang disebut anggota Komisi III sebagai mosi tidak percaya itu menanggapi pernyataan Marzuki yang menyebut oknum Komisi III "lebay".

"Salah kalau ketua DPR menuding Komisi III lebay. Yang lebay justru Ketua DPR. Tidak paham tatacara dan kepatutan sebagai pimpinan Dewan," kata Bambang dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/10/2010). Dia bahkan menyentil kepemimpinan Marzuki.

"Saya kira ke depan, partai politik harus lebih selektif menempatkan kadernya pada suatu posisi, apalagi pimpinan, agar tidak memalukan," kata politisi Partai Golkar ini.

Protes para anggota Komisi III didasari oleh pemanggilan Timur oleh Pimpinan DPR yang dinilai tak lazim dan tak pernah dilakukan terhadap para calon pimpinan lembaga negara apapun sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Apalagi, pertemuan itu digelar secara tertutup.

Jadi, kata Bambang, karena tidak patut dan tidak lazim, hampir seluruh anggota Komisi III dari sembilan fraksi, termasuk dari Fraksi Partai Demokrat, menilai Ketua DPR tidak etis memanggil calon kapolri sebelum uji kelayakan.

"Dan wajar kalau kawan-kawan memberi sempritan peringatan agar perbuatan tidak patut itu tidak terulang di masa datang," kata Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau