Banjir jakarta

BKT Bukan Satu-satunya Resep Bebas Banjir

Kompas.com - 08/10/2010, 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menuntaskan penanggulangan banjir di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan proyek secara bertahap, termasuk membangun dua waduk dan mengeruk saluran-saluran drainase yang tersumbat. Ini dilakukan untuk mendukung pemfungsian Banjir Kanal Timur yang sudah menembus ke laut.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan, setelah terbangunnya Banjir Kanal Timur (BKT) yang memotong lima sungai di Jakarta Timur, bukan berarti masalah banjir di Jakarta sudah terselesaikan.

Pemfungsian BKT, katanya, ditujukan untuk mengurangi banjir di wilayah utara dan timur Jakarta. BKT ini pun harus didukung dengan pembangunan dua waduk di Cilincing, Jakarta Utara, yakni di Kelurahan Rorotan dan Marunda. Di dua wilayah tersebut, belum ada waduk untuk menampung air hujan dengan sistem polder atau pompa.

"Paling sedikit dua waduk ini harus diselesaikan untuk bisa menjamin supaya wilayah (Jakarta) timur itu sepenuhnya berfungsi," kata Fauzi Bowo seusai shalat Jumat di Balai Kota DKI, Jumat (8/10/2010).

"Jangan terus bilang, sudah ada Banjir Kanal Timur, kok masih ada genangan," ujarnya.

Sejak dibangunnya BKT, Pemprov DKI mengklaim ada 16 lokasi yang dulunya dilanda banjir kini terbebas dari air bah. Tapi, di sejumlah kawasan seperti Pulogadung dan DI Panjaitan, masih timbul genangan air saat hujan deras mengguyur Jakarta.

Genangan-genangan ini, kata Fauzi Bowo, akan ditanggulangi dengan pengerukan saluran drainase.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI sedang berusaha mengatasi genangan air di 106 lokasi akibat meluapnya air di saluran drainase sekitar jalan arteri dan kolektor.

Normalisasi saluran-saluran itu akan dilakukan secara bertahap sehingga seluruh lokasi itu bisa bebas dari genangan pada 2012.

"Jangan masyarakat itu punya persepsi, dengan satu langkah (pembuatan BKT) semuanya beres. Ini memang pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan kami bekerja sesuai dengan pentahapan," kata Fauzi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau