Bencana wasior

Agung Bantah Pemerintah Lamban

Kompas.com - 09/10/2010, 09:28 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono membantah bila pemerintah dinilai tidak cepat tanggap mengatasi bencana banjir bandang di Wasior, ibu kota Teluk Wondama, Papua Barat.

Agung bersama Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie mengunjungi lokasi banjir di Wasior. Kedua menteri tersebut mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, dengan menggunakan pesawat carter Trans Wisata dan melanjutkan perjalanan ke Wasior dengan menggunakan pesawat komersial Susi Air jenis Caravan pada Sabtu pagi.

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, dia dan Mensos Salim Segaf Al'Jufrie mewakili pemerintah pusat untuk melihat langsung kondisi di lokasi bencana.

"Kami ingin melihat sejauh mana tingkat kerusakan dan kondisi para korban banjir," katanya.

Agung menegaskan kunjungan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat yang sejak awal menaruh perhatian besar pada bencana tersebut.

"Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan pemerintah tidak cepat tanggap karena sejak awal badan nasional penanggulangan bencana sudah bergerak menuju lokasi dan melakukan tahap tanggap darurat dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sesuai dengan undang-undang adalah wakil dari pemerintah," katanya.

Menko juga menambahkan, dari hasil kunjungan tersebut, pemerintah akan melakukan kajian mengenai apa yang menjadi penyebab banjir dan kemungkinan relokasi warga pascabanjir.

"Kami akan melihat langsung apakah penyebab banjir bandang murni bencana alam atau memang karena pembalakan liar. Selain itu kami juga akan melihat apakah kota Wasior pascagempa masih layak dijadikan tempat tinggal warga atau perlu dilakukan relokasi," katanya.

Menko juga menyatakan, berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya diketahui bahwa jumlah korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang Wasior sebanyak 108 orang.

Selain itu 185 orang mengalami luka berat, 68 orang orang masih hilang dan 535 luka ringan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  telah mengirimkan bantuan bernilai Rp 2 miliar berupa obat dan barang, antara lain, berupa makanan bayi, tenda, serta mi instan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau