Media China Sepelekan Nobel untuk Liu

Kompas.com - 09/10/2010, 12:29 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Media Pemerintah China, Sabtu (9/10), menyepelekan keputusan Komite Nobel yang memberikan penghargaan perdamaian bergengsi bagi pembangkang yang dipenjara, Liu Xiaobo. Sebaliknya, para pembela hak asasi manusia (HAM) merayakan penghargaan tersebut.

Saat komunitas aktivis memuji putusan itu sebagai memberi sejumlah harapan bagi pembangkang China lainnya, polisi menahan puluhan pendukung Liu saat mereka berkumpul untuk bersulang atas penghargaan itu, Jumat malam, kata jaringan HAM yang berbasis di Hongkong. "Saat beberapa orang telah berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil untuk merayakan peristiwa penting itu, beberapa lusin pendukung Liu, terutama aktivis dan pembangkang, telah diciduk dan dimasukkan ke dalam penahanan," kata Chinese Human Rights Defenders dalam sebuah surat elektronik.

Pemberian penghargaan itu dikutuk oleh media Pemerintah China. Global Times mengatakan, Komite Nobel telah membuat malu dirinya sendiri dan menduga bahwa hadiah perdamaian telah terdegradasi menjadi alat politik yang melayani tujuan anti-China. "Komite Nobel sekali lagi menampilkan kesombongannya dan berprasangka terhadap sebuah negara yang telah membuat kemajuan ekonomi dan sosial yang paling luar biasa dalam tiga dekade terakhir," kata editorial koran itu dengan mengacu pada Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan yang memenangi Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1989.

"Tak satu pun dari kedua orang itu yang memberikan kontribusi bagi perdamaian China dan pertumbuhan dalam beberapa dekade terakhir," kata harian berbahasa Inggris tersebut.

Berita bahwa Liu—yang berulang kali Beijing mengecapnya sebagai kriminal menyusul hukuman penjara 11 tahun terhadapnya pada Desember tahun lalu atas tuduhan subversi—dianugerahi Nobel Perdamaian 2010 dilaporkan di media resmi pemerintah berbahasa China. Namun, laporan itu disampaikan melalui reaksi marah pemerintah terhadap keputusan tersebut.

Pencarian di internet dengan menggunakan kata kunci "Nobel Perdamaian" dan "Liu Xiaobo" tidak memberikan hasil di portal China Sina dan Sohu. Sementara pencarian serupa pada Weibo, sebuah layanan mirip Twitter, juga tidak menampilkan apa-apa.

Beberapa pengguna internet bisa mendapat informasi yang luput dari sensor ketat tentara dengan tidak menyebutkan nama Liu dalam postingan mereka di Weibo. "Seorang warga China memenangi Hadiah Nobel Perdamaian 2010," kata seorang pengguna internet.

Seorang pengguna yang lain menggambarkan penghargaan itu sebagai "hadiah dinamit 8 Oktober" dan menayangkan foto Liu dan rincian tentang penahanannya. Pencarian di mesin pencari China, Baidu, menampilkan reaksi pemerintah atas hadiah perdamaian itu dan laporan sebelumnya tentang penulis 54 tahun yang dipenjara tersebut.

Berita Jumat sore di China Central Television tidak melaporkan kabar tentang Liu. Televisi itu membuka laporannya dengan sebuah berita tentang banjir di Pulau Hainan sementara siaran tentang Liu oleh jaringan televisi internasional CNN dan TV5 Perancis diblokir pemerintah. Pesan teks yang dikirim dengan berisi nama lengkap Liu Xiaobo tampaknya diblokir, demikian menurut beberapa tes dilakukan koresponden AFP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau