PAS Band Reuni dengan Mantan Drummer

Kompas.com - 09/10/2010, 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Genderang perang musik rock akhirnya bergema. Pelbagai aksi panggung yang menyulut adrenalin dalam tubuh menjadi sajian festival musik Java Rockin' Land (JRL) 2010 pada hari pertama penyelenggaraannya di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Jumat (8/10/2010). 

PAS Band tak mau ketinggalan untuk menyuguhkan distorsi gitar, dentuman bas, gebrakan drum, dan tarikan vokal kepada para penikmat musik rock malam itu. Grup asal Bandung yang digawangi oleh Yuki (vokal), Bengbeng (gitar), Trisno atau Tresnoise (bas dan vokal) dan Sandy (drum) berhasil menyedot para penonton JRL 2010 menuju Tebs Stage untuk menikmati lagu "Sejuta Harapan", yang meluncur sebagai lagu kedua dalam repertoar mereka. 

PAS Band terus membakar semangat penyuka musik mereka. "Rasanya sudah cukup lama tidak merasakan seperti ini. Sudah berapa tahun ya?" ujar Yuki. "PAS Band sudah menghasilkan sembilan album. Saking banyaknya jadi bingung harus pilih lagu yang mana. Gimana kalau kita kembali ke lagu lama?" sambungnya. 

Pertanyaan Yuki langsung memancing riuh para penonton begitu Tresnoise membetot senar basnya untuk mengawali hit cadas mereka yang terkenal pada pertengahan era 1990-an, "Bocah". 

Usai menghentak dengan "Bocah", berikutnya PAS Band mencoba membuat kejutan. Yuki tiba-tiba memanggil penyanyi Melanie Subono untuk naik ke panggung. Ya, putri promotor Adrie Subono itu benar-benar membuat kejutan ketika ia menggantikan posisi Yuki untuk menyanyikan "Yesterday", salah satu lagu legendaris dari grup legendaris Inggris The Beatles, yang juga pernah dibawakan ulang oleh PAS Band.

"Yesterday" yang dinyanyikan oleh Melanie dengan suara khasnya menjadi gahar begitu Tresnoise mengeluarkan suara growl-nya yang berat sebelum lagu "Kesepian Kita" diduetkan oleh Melanie dan Yuki. 

Kejutan tak berhenti sampai di Melanie. Band yang lahir darijalur indie ini rupanya punya satu amunisi lagi. Mereka mengundang mantan penggebuk drum mereka, Richard Muttler, untuk naik ke pentas. "Malam ini sangat luar biasa. Karena itu, kami ingin memberi sesuatu yang luar biasa. Karena itu kami ingin berkolaborasi dengan orang yang juga membesarkan PAS Band, Richard," kata Sandy. 

PAS Band melanjutkan aksi mereka dengan dukungan Richard dan Sandy yang duduk di balik set drum masing-masing untuk "Zaman Edan" dan "Kembali" yang PAS Band suguhkan. Aksi spinning gitar dari Bengbeng dan slap bas dari Tresnoise menjadi warna lain yang ikut disuguhkan PAS BandPas Band 

Power, kerapatan, dan kecepatan pukulan drum Richard dan Sandy mengundang ungkapan kekaguman para penyuka PAS Band dan musik rock. Sejumlah penonton melakukan moshing  tanpa henti begitu Richard, yang kali ini tak berduet dengan Sandy, memberi pukulan bergregetnya untuk lagu "Impresi". 

Tiba di ujung penampilan mereka, Sandy kembali ke pentas. Mereka berduet untuk medley sejumlah lagu populer di dunia--"Enter Sand Man" (Metallica), "Smoke on the Water" (Deep Purple), "Smell Like Teen Spirit" (Nirvana), dan "Song 2" (blur) digulirkan sebagai bahan unjuk kebolehan PAS Band sebelum lagu "Jengah" memungkas aksi mereka di Java Rockin'Land. 2010

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau