Rooney Minta Inggris Tiru Italia-Spanyol

Kompas.com - 10/10/2010, 21:49 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Penyerang Manchester United, Wayne Rooney, pengelola liga mempertimbangkan memberikan libur musim dingin, seperti yang dilakukan Spanyol dan Italia. Menurutnya, itu bisa memberikan kesempatan tim nasional meraih sukses untuk ajang-ajang besar.

Premier League sejauh ini menolak gagasan memberlakukan jeda musim dingin, yang diterapkan Spanyol, Italia, Perancis, dan Jerman dalam kalender kompetisi domestik mereka.

Ketiadaan jeda itu dinilai banyak pelaku sepak bola Inggris masuk empat besar turnamen besar, sejak Piala Dunia 1990. Menurut mereka, termasuk Rooney, kompetisi domestik menguras tenaga dan tanpa jeda, pemain akan kelelahan ketika di akhir musim ini ada turnamen besar, misalnya Piala Dunia atau Piala Eropa.

"Jeda musim dingin tidak hanya membantu tim Inggris, tetapi juga Premier League. Menjelang akhir musim, intensitas sejumlah pertandingan yang biasanya ada, menjadi hilang," ujar Rooney.

"Ini adalah musim yang penjang dengan intensitas pertandingan yang dimainkan. Ini akan menjadi adil untuk pemain, bila ada jeda,"

"Sebagai penyerang, merupakan hal hebat ketika satu pertandingan selesai dan setelahnya sudah ada pertandingan lain untuk dimainkan. Namun, hanya di Inggris Anda melihat kompetisi berlangsung cepat," tandasnya. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau