Mata uang

Trichet Remehkan Soal Perang Mata Uang

Kompas.com - 10/10/2010, 22:02 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Kepala Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet, Sabtu (9/10/2010), meremehkan prospek perang mata uang setelah pertemuan IMF diakhiri beberapa rekomendasi khusus untuk memperbaiki keseimbangan ekonomi global.

"Saya memiliki keyakinan penuh bahwa komunitas internasional akan menemukan cara yang tepat untuk bekerjasama," kata Trichet pada penutupan perundingan pembuat kebijakan dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

"Kami sangat, sangat bermusuhan dengan apa pun yang disebut perang mata uang."

Trichet meminimalkan celah antara ekonomi negara berkembang dan yang sedang tumbuh atas masalah uang yang muncul ke permukaan, mengatakan konsensus sudah dinyatakan dan diadopsi oleh Kelompok 20, termasuk China, pada bulan Juni.

Dia mengatakan, peserta pertemuan mengerti bahwa "kami memiliki tanggung jawab bersama" untuk menghindari volatilitas nilai tukar yang berlebihan atau ketidakseimbangan.

"Kami menganggap bahwa telah ada komitmen untuk melaksanakan reformasi untuk meningkatkan fleksibilitas tukar tukar," katanya dikutip AFP.

Komentar itu muncul di tengah kekhawatiran perang mata uang global, dengan Amerika Serikat dan Cina berhadapan atas kebijakan mata uang Beijing, dan tidak ada obat spesifik yang digariskan oleh para pembuat kebijakan IMF.

Komunike final tampaknya merupakan kemunduran bagi Amerika Serikat, yang telah mendesak IMF untuk menjadi polisi lebih tegas terhadap kebijakan nilai tukar dan ketidakseimbangan global, sebuah posisi yang digemakan oleh sejumlah orang Eropa dan pejabat lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau