Brutal, De Jong Diseret ke Pengadilan

Kompas.com - 11/10/2010, 03:26 WIB

MARSEILLE, KOMPAS.com - Klub pemilik Hatem Ben Arfa, Olympique Marseille, berencana menyeret gelandang Manchester City, Nigel De Jong, ke pengadilan karena tindakan brutalnya mematahkan kaki Ben Afa.

Ben Arfa kini membela Newcastle United dengan status pinjaman dari Marseille. Maka, Marseille merasa dirugikan, karena asetnya dalam masalah akibat permainan brutal De Jong.

Pekan lalu, De Jong secara "ganas" menerjang kaki Ben Arfa yang membela Newcastle United hingga patah di dua tempat. Akibatnya, Ben Arfa diperkirakan absen dalam waktu lama. Ia bahkan kemungkinan takkan bermain lagi musim ini.

"Kami akan menggugat De Jong. Kita harus membersihkan pemain-pemain seperti ini dari lapangan Eropa," kata Presiden Marseille, Jean-Claude Dassier, seperti dilansir AP.

Ini bukan pertama kalinya De Jong melakukan tindakan brutal di lapangan hijau. Di final Piala Dunia lalu, ia juga melakukan tendangan kungfu kepada Xabi Alonso yang sulit dilupakan para penggemar sepak bola. Beruntung, ketika itu wasit Howard Webb hanya memberinya kartu kuning.

Pelatih Belanda, Bert van Marwijk, juga menilai De Jong sudah kelewatan dengan tidak memanggilnya ke pertandingan kualifiaksi Piala Eropa melawan Swedia dan Moldova pekan ini.

"Bertahanlah, Hatem. Ini masa yang sulit dalam kariermu, tapi kamu pasti akan melaluinya," kata pelatih tim nasional Perancis, Laurent Blanc, menyatakan dukungannya kepada Ben Arfa melalui stasiun televisi Perancis. Marseille juga akan mencari spesialis terbaik untuk menangani cedera Arfa. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau