Olimpiade penelitian siswa

Selamat, DIY Juara Umum OPSI 2010!

Kompas.com - 11/10/2010, 09:42 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi DI Yogyakarta tahun ini kembali meraih Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2010 di Jakarta, 4-9 Oktober. Kemenangan ini merupakan yang kedua berturut-turut.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan, OPSI 2010 menerima 983 naskah. Naskah yang lolos seleksi sebanyak 95 kasus yang terdiri dari 40 naskah kelompok Sains Dasar, 30 naskah kelompok Sains Terapan, serta 25 naskah kelompok Sosial dan Humaniora. Setiap peserta OPSI harus mempresentasikan makalah di depan juri.

Kegiatan yang diselenggarakan 4-9 Oktober 2010 ini ditujukan khusus bagi siswa sekolah menengah atas. ”Penelitian harus dikenalkan sejak dini agar pelajar bisa merumuskan satu masalah,” kata Suyanto seusai acara penutupan dan pemberian penghargaan pemenang OPSI, Jumat (8/10/2010).

Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Bambang Indriyanto menyatakan, peraih medali emas mendapat hadiah Rp 10 juta, peraih medali perak Rp 7,5 juta, sedangkan peraih medali perunggu mendapat Rp 5 juta. Selain itu, setiap finalis mendapat Rp 1 juta.

Yogyakarta juara umum

Pada OPSI 2010, kontingen DI Yogyakarta yang terdiri dari 15 kelompok pelajar meraih empat medali dari 21 medali yang diperebutkan, yaitu dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Dengan demikian, DI Yogyakarta menjadi juara umum.

Pelajar DI Yogyakarta juga berhasil meraih dua penghargaan khusus, yaitu presentasi terbaik untuk bidang Sains Dasar serta bidang Sosial dan Humaniora. Medali emas diraih oleh Taufik Ibnu Hidayat dari SMA Negeri 1 Sewon, Bantul, untuk bidang Sains Dasar Fisika. Pelajar kelas III itu menciptakan alat pompa air dengan menggunakan pompa celup yang biasa digunakan di akuarium untuk membantu penduduk di daerah sulit air.

Medali emas lainnya diperoleh di bidang Sains Terapan Biologi oleh RR Zhafira Arum Prabatitis dari SMA Negeri 2 Bantul atas penelitian terhadap perilaku lalat. Zhafira juga meraih penghargaan presentasi terbaik untuk bidang Sains Dasar.

Selain itu, satu penghargaan presentasi terbaik untuk bidang Sosial dan Humaniora diraih dua pelajar SMA Negeri 8 Yogyakarta, Galang Prita Dewi dan Maria Faustina Sari, yang membuat penelitian mengenai bank sampah.

Juara Umum Kedua OPSI 2010 diraih Provinsi Banten dengan dua medali emas dan satu perunggu. Provinsi Bali menjadi juara umum ketiga dengan satu emas dan dua perunggu. (IRE/LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau