ITALIA, KOMPAS.COM - Kecerobohan Felipe Massa di sirkuit Suzuka, Jepang yang bersenggolan dengan Liuzzi (Force- Mercedes) di tikungan pertama dalam F1 Jepang, Minggu (10/10/2010) mengundang reaksi Luca di Montezemolo. Presiden Ferrari itu sangat kecewa dan dikabarkan mempertimbangkan untuk "mengultimatum" gaya Italia kepada pebalap asal Brasil tersebut.
Massa dipastikan tertutup peluangnya merebut gelar juara dunia lantaran penampilannya yang kurang agresif pasca kecelakaan (matanya dihantam benda keras) di Hongaria tahun lalu. Bahkan dirinya belum sekali pun memenangkan balapan sampai saat kemarin.
"Saya mohan maaf kepada Massa, yang akhir pekan lalu belum beruntung. Saya yakin, dalam sisa tiga seri berikut dirinya bisa bikin kejutan. Setelah mengalami hari buruknya, kemarin, dirinya akan melakukan segalanya untuk meraih kemenangan," komentar Montezemolo.
Pernyataan Montezemolo tersebut ditafsirkan oleh koran La Razon sebagai ultimatum ala Italia. Artinya, Massa didesak meningkatkan penampilannya atau menghadapi konsekuensi. Kendati sudah menanda tangani kontrak 2 tahun dengan kubu Scuderia, bukan tidak mungkin segalanya akan berakhir sebelum itu.
Di luar dugaan, Montezemolo justru memuji Fernando Alonso dalam mengejar angka. "Dalam enam bulan terakhir, pebalap kami mengukir tiga kali kemenangan, sekali juara kedua dan sekali ketiga. Kita harus terus membuat point setiap waktu," beber Montezemolo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang