BANJARMASIN, KOMPAS.com — Sekitar 40,75 persen jemaah haji Embarkasi Banjarmasin masuk kategori berisiko tinggi. Mereka adalah jemaah yang memiliki sejarah penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hingga lanjut usia.
"Yang berisiko tinggi tetap bisa diberangkatkan. Nanti setiap kloter (kelompok terbang) akan ddampingi satu dokter dan dua perawat. Ada juga petugas kesehatan nonkloter, yang dari Kalsel ada sembilan orang. Jadi, ada 47 petugas kesehatan yang disiapkan untuk memberangkatkan dari Kalsel," kata Rosihan Adhani, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel.
Rosihan mengatakan hal itu saat menghadiri pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang pertama di Bandara Samsudin Noor, Banjarbaru, Senin (11/10/2010) pagi. Sebanyak 320 anggota jemaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Utara terbang menggunakan pesawat Boeng 767-300 milik Thomson Airways yang disewa Garuda Indonesia.
Sebelumnya, mereka telah berkumpul di Asrama Haji Banjarmasin sejak Minggu sore. Jumlah anggota jemaah embarkasi Banjarmasin secara keseluruhan mencapai 3.918 orang dan terbagi dalam 16 kloter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang