JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Gayus HP Tambunan meragukan kesaksian Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Deny Indrayana, terkait pertemuan antara dirinya dan Satgas di Singapura. Keraguan itu terkait pernyataan Deny bahwa pertemuan Satgas dengan Gayus di Orchard Road, Singapura, pada akhir Maret 2010 tidak disengaja.
Gayus mengatakan, ia pernah dihubungi Kombes M Iriawan, Wakil Direktur I Keamanan Transnasional Bareskrim Polri, pada 30 Maret 2010 ketika berada di Singapura. "Tapi saya tidak tahu untuk membahas apa. Mungkin sekitar kasus saya. Saya rasa Satgas dan Bareskrim sudah koordinasi sebelumnya. Jadi tidak mungkin ada ketidaksengajaan bertemu," kata Gayus seusai mendengar kesaksian Deny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/10/2010).
Saat bersaksi, Deny mengatakan, pihaknya pernah bertemu tiga kali dengan Gayus di kantor Satgas sebelum Gayus kabur ke Singapura. Gayus, kata Deny, kabur lantaran takut dijadikan tersangka setelah Andi Kosasih menyerahkan diri ke Bareskrim Polri.
Setelah Gayus kabur, jelas Deny, ia bersama anggota Satgas Mas Ahmad Santosa alias Ota lalu bertolak ke Singapura. Di sana keduanya sempat bertemu Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi yang juga akan menjemput Gayus. "Kami tanya di mana Gayus? Dibilang masih dalam pencarian," kata Deny.
Menurut Deny, ketika ia dan Ota akan makan malam di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road, tanpa disengaja Ota melihat Gayus di salah satu stan makanan. Saat itu Gayus sendirian. "Pak Ota bilang ada Gayus. Kita samperin. Saya tanya, 'Yus lagi ngapain?' (Gayus jawab) 'Ngikutin ya mas?' (Deny jawab) 'Enggak'," jelas dia.
Deny mengakui bahwa pertemuan yang tidak disengaja itu diragukan oleh banyak pihak. Namun, di bawah sumpah Deny menegaskan bahwa pertemuan itu tidak disengaja. "Saat itu dua jam pembicaraan. Pertama kami yakinkan dia untuk pulang. Kalau tidak pulang, bisa ditangkap Imigrasi Singapura karena paspor sudah dicabut. Pilihannya jadi pendatang ilegal atau kembali ke Indonesia," kata Deny.
"Gayus saat itu tanyakan perlindungan semacam apa yang diberikan jika dia pulang. Saya sampaikan kita tidak bisa beri janji. Tapi kami bisa upayakan proses hukum berjalan baik tanpa penyiksaan. Lalu Gayus bilang ingin bicara dengan istrinya. Terus datang penyidik. Kita lalu naik ke hotel, tapi cuma sampai lorong, enggak masuk kamar," papar Deny.
"Setelah berbicara dengan istrinya, kita ajak Gayus ke hotel kami. Di situ Gayus ketemu Pak Ito. Di situ ada satgas dan staf kedutaan untuk persiapkan kepulangan," tambah dia. Kemudian, Gayus, Satgas, dan penyidik kembali ke Jakarta keesokan hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang