Apa Beda Lari di Treadmill dan di Luar?

Kompas.com - 11/10/2010, 18:51 WIB

KOMPAS.com - Olahraga lari adalah salah satu bentuk aktivitas sehat yang biasa dan bisa dilakukan siapa saja yang sehat tanpa perlu banyak mengeluarkan banyak biaya jika dilakukan di sekitar rumah. Namun, kadang olahraga ini terasa berat sehingga membuat seseorang urung melakukannya karena salah pengertian dengan olahraga ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan para pemula yang diulas oleh majalah Runner's World:

Bagaimana memulainya?
Mulailah dengan berjalan kaki selama waktu yang dirasa nyaman. Mulai dari 10-30 menit per sesi beberapa kali seminggu. Setelah Anda terbiasa berjalan kaki, mulai masukkan lari-lari kecil 1-2 menit di sela-sela jalan kaki Anda. Seiring berjalan waktu, tambahkan sesi waktu berlari Anda hingga kuat berlari selama 30 menit tanpa henti.

Berlari tetapi ada rasa sakit. Normalkah?

Saat menambah jarak atau intensitas saat berlari, ama normal jika terasa sedikit ketidaknyamanan. Namun rasa sakit yang terlalu terasa bukan hal yang normal. Jika ada bagian tubuh yang terasa sakit hingga Anda harus tergopoh atau terpincang, maka memang benar ada yang tidak benar dengan tubuh Anda. Hentikan olahraga ini, istirahatkan diri, dan konsultasikan dengan dokter.

Apa bedanya berlari dengan treadmill dan berlari di luar ruangan?
Berlari di atas treadmill "menarik" tanah di bawah kaki Anda. Anda pun tidak melawan embusan angin, kedua hal tersebut mempermudah lari. Sementara berlari di luar ruang kebalikannya. Kebanyak treadmill juga diberikan tambalan empuk, sehingga menjadi pilihan tepat untuk mereka yang memiliki berat tubuh lebih atau baru saja sembuh dari penyakit. Untuk menstimulasi upaya berolahraga di atas treadmill seperti berlari di luar ruang, Anda bisa mengatur treadmill dengan setting 1 persen incline.

Saya selalu merasa kehabisan napas kalau berlari, apa ada yang salah?
Bisa jadi. Kemungkinan juga Anda berlari terlalu cepat. Coba pelankan kecepatan dan relaks. Salah satu kesalahan pemula adalah berlari terlalu cepat. Berkonsentrasilah dengan bernapas dari bagian dalam perut, jika perlu, beristirahatlah dengan berjalan kaki.

Saat berlari, sering terasa sakit di pinggang, mengapa ya?
Sakit di pinggang atau sisi perut adalah hal yang seiring terjadi karena tubuh belum terbiasa dengan gerakan dorongan yang terjadi di dalam perut. Lama kelamaan, seiring makin seringnya berlatih, rasa sakit ini akan hilang. Jangan pula makan makanan padat setidaknya 1 jam sebelum berlatih. Saat Anda merasakan sakit ini, ambil napas panjang, berkonsentrasi untuk bernapas dari perut. Ini akan meregangkan otot diafragma yang ada di bawah paru-paru, tempat umumnya kram terjadi.

Sebaiknya bernapas lewat hidung atau mulut?

Keduanya sama baik. Tak masalah jika memang ingin menggunakan keduanya, namun jika ingin membiarkan mulut terbuka, biarkan dalam kondisi sedikit terbuka dan otot rahang dalam keadaan relaks.

Disarankan pula untuk melatih fleksibilas dan stretching untuk mengurangi kemungkinan cidera otot.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau