KOMPAS.com - Ferrari yakin, kecepatan terbaik di kualifikasi menjadi kunci untuk mengalahkan Red Bull Racing (RBR), dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1 (F1) musim ini. Pendapat itu dikemukakan lantaran mereka berada di jalur yang tepat untuk bersaing dengan rival terberatnya tersebut.
Ya, Ferrari saat ini tinggal mengandalkan Fernando Alonso untuk "berperang" dengan duet Red Bull, Mark Webber dan Sebastian Vettel. Dengan sisa tiga seri lagi, Alonso berada di peringkat dua setelah mengumpulkan total 206 poin, tertinggal 14 dari Webber di puncak klasemen, sedangkan Vettel di posisi yang sama dengan Alonso (sama-sama koleksi 206 poin).
Melihat performa timnya saat balapan, di mana mereka bisa mengimbangi kecepatan Red Bull RB6, team principal Ferrari Stefano Domenicali mengatakan, Ferrari butuh kekuatan saat kualifikasi. Hal itu berdasarkan pengamatannya di GP Jepang akhir pekan kemarin, di mana Ferrari mampu memberi perlawanan kepada Red Bull, yang memang sangat dominan di Suzuka.
"Kecepatan kami saat balapan tidak terlalu buruk, tetapi masalahnya adalah jika anda start di belakang, maka menjadi sangat sulit.
"Di sini (di Suzuka) dengan ban keras, di atas segalanya, kami benar-benar sangat bagus. Saya tahu itu, bahwa mungkin mereka (Red Bull) mengontrol karena memiliki kecepatan yang lebih, tetapi pada akhirnya juga tertekan.
"Saya pikir mereka melakukan sebuah pekerjaan hebat dalam persiapan dan kualifikasi, tetapi seperti yang kami lihat, jika kami juga melakukan pekerjaan lebih bagus dari mereka saat kualifikasi, maka kami bisa mengalahkannya. Meskipun sulit, tetapi kami ingin melihatnya pada beberapa seri ke depan--segalanya mungkin terjadi."
Alonso, yang finis ketiga di Suzuka, juga mengakui bahwa Red Bull memang sangat tangguh di sirkuit ini. Tetapi dia senang bisa naik podium. Pebalap Spanyol tersebut juga menegaskan bahwa pada tiga seri terakhir bakal terjadi persaingan yang lebih seru, karena kekuatan mereka lebih seimbang.
"Itulah yang kami sudah katakan sejak awal, paling kurang kami bisa mewujudkan apa yang ditargetkan (naik podium)," ujar mantan juara dunia F1 2005 dan 2006 tersebut. "Kami tahu bahwa di sini merupakan salah satu trek paling sulit bagi kami dan itu terlihat sejak hari Jumat dan Minggu saat kualifikasi. Tetapi sangat menyenangkan ketika melihat kecepatan saat balapan, di mana kami sangat kompetitif.
"Tentu saja Red Bull lebih kuat, tetapi McLaren juga tidak terlalu buruk. Tetapi podium ini adalah hasil yang kami inginkan, paling kurang dengan satu pebalap.
"Klasemen sementara masih sangat, sangat terbuka. Kami masih memiliki tiga seri balapan, di mana segala kemungkinan bisa terjadi dan kami harus tetap berada di sana sampai akhir."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang