Komoditas ekspor

Kopi Luwak Liwa Kesulitan Pemasaran

Kompas.com - 11/10/2010, 19:30 WIB

LIWA, KOMPAS.com -  Sebagian produsen kopi luwak di Way Mengaku, Kabupaten Lampung Barat, mulai menghentikan produksinya akibat kesulitan modal dan pemasaran produk. Padahal, kopi luwak ini disebut-sebut menjadi komoditas ekspor unggulan.

Dari sepuluh produsen kopi luwak di sentra kopi luwak Way Mengaku, hanya empat diantaranya yang saat ini masih aktif memproduksi kopi. Itu pun dengan skala produksi yang jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, saat ini tengah tidak musim kopi.

Ditemui Minggu (10/10/2010) lalu, Sapri (39), salah seorang produsen Kopi Luwak di Way Mengaku mengatakan, di gudangnya kini menumpuk 7 kuintal bijih kopi mentah gelondongan yang belum bisa terjual. Padahal, ia membutuhkan pemasukan untuk membiayai pakan 30 ekor luwaknya.

Akibatnya, ini pun kini mengurangi jumlah luwak yang dipelihara. Dari sebelumnya 100, tersisa 30 ekor. Sebagian luak dijual atau dilepaskan ke hutan. "Satu ekor luwak saja setidaknya membutuhkan makan 2 sisir pisang setiap hari. Belum lagi ikan untuk tambahan pakan. Usaha semacam ini memang harus tebal modal," ujar dia.

Selain modal, kendala terbesar produsen kopi luwak di Lambar adalah pemasaran produknya. "Diakuinya, meski tidak sedikit produk-produknya dipesan pembeli dari negara luar, namun pemesanan itu belum rutin. Sifatnya spekulasi," ujar dia.

Wahyu Anggoro (25), produsen kopi luwak lainnya yang memiliki merek dagang Musong Liwa, mengatakan, produksinya kini turun dari rata-rata sebelumnya 15 kilogram, menjadi hanya 5 kg per hari. Jumlah itu termasuk kopi bubuk serta berbentuk gelondongan.

Penyebab utama sulitnya pemasaran produk adalah tidak adanya sertifikat keaslian produk para produsen kopi luwak yang tergabung dalam kelompok Pesagi Mandiri. Permintaan ekspor skala besar umumnya mensyaratkan sertifikat produk ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau