Anugerah aksara

Pengendalian Buta Huruf Kian Sulit

Kompas.com - 11/10/2010, 19:55 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Program keaksaraan untuk mengurangi jumlah buta aksara kian sulit karena kini penduduk yang buta aksara tersisa di kelompok masyarakat yang tersulit dari sisi ekonomi, geografis, dan di atas usia 45 tahun. Untuk itu, pendidikan keaksaraan terintegrasi dengan kecakapan hidup dan program pengentasan kemiskinan.

Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Minggu (10/10/2010), di Balikpapan, Kalimantan Timur. "Yang kita sisir mereka yang berusia 45 tahun ke bawah dulu. Kita juga harus menjaga jangan sampai ada pendatang baru buta huruf," ujarnya.

Nuh menekankan pentingnya pendidikan keaksaraan karena akan membuka kesempatan untuk mendapat akses informasi, ekonomi, dan akses lain. Jika tidak paham aksara atau simbol-simbol yang disepakati bersama, seseorang akan terpinggirkan.

Pada tahun 2004-2009 pemerintah menargetkan sisa buta aksara usia 15 tahun ke atas sebesar 5 persen atau 7,7 juta orang. Kini jumlah buta aksara masih tersisa 5,3 persen atau 8,7 juta orang. Sementara pada akhir tahun 2010 sisa buta aksara diperkirakan 4,79 persen atau 8,3 juta orang dan sebagian besar penduduk usia 45 tahun ke atas.

Anugerah Sebanyak 19 kepala daerah masing-masing 5 gubernur, 9 bupati, dan 5 walikota menerima Anugerah Aksara karena dinilai berperan penting menyuksesan pelaksanaan program penghapusan buta aksara dan program pendidikan nonformal.

Kalimantan Timur menjadi salah satu penerima anugerah. Menurut data Kemdiknas, angka partisipasi kasar pada jenjang SMA/SMK/MA/Paket C di Kaltim menempati ranking keempat setelah DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Maluku dengan jumlah buta aksara 1,78 persen atau 32 ribu orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau