Kecelakaan

Elpiji Meledak, 8 Warga Luka Bakar

Kompas.com - 12/10/2010, 03:17 WIB

KUDUS, KOMPAS - Kasus ledakan tabung elpiji ukuran 3 kilogram masih terjadi. Kali ini di rumah Suyoto (50), warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dalam insiden ini, delapan warga mengalami luka bakar. Dua di antaranya bahkan harus menjalani pembedahan karena 50-80 persen tubuhnya terbakar.

Dari delapan korban, lima di antaranya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus. Mereka adalah Budi (39), Sudarminingsih, Sonah (39), Kusni (39), dan Amrul (7).

Tiga korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu. Mereka adalah Suyoyo, Rubiah (38), dan Rusman (38).

Ledakan tabung gas itu terjadi ketika sedang berlangsung sembahyangan puputan bayi, Minggu (10/10) pukul 19.30. Saat itu tabung gas yang digunakan baru dipasang—menggantikan tabung yang sudah kosong.

Dokter spesialis bedah RSUD Kudus, Tri Djoko Widagdo, mengatakan, dua korban yang mengalami luka bakar tingkat dua (harus menjalani pembedahan) adalah Budi dan Sudarminingsih. Tubuh Budi terbakar hingga 80 persen, sedangkan Sudarminingsih 50 persen. ”Kami telah menangani korban, (antara lain), mengganti cairan tubuh mereka dengan infus dan membersihkan luka,” kata Djoko.

Budi dan Sudarminingsih, kata Djoko, butuh perawatan khusus karena lukanya berpotensi terkena infeksi. Untuk mencegahnya, sekujur tubuh korban dibalut dengan perban.

Jangan lanjutkan

Aris (27), keluarga Budi, meminta pemerintah tidak melanjutkan program elpiji 3 kilogram ini (konversi minyak tanah ke gas) karena membahayakan masyarakat. Dia juga berharap PT Pertamina bertanggung jawab atas kasus ledakan elpiji ini dengan membiayai korban ledakan hingga benar-benar sembuh.

Menanggapi permintaan itu, Kepala Subbagian Pusat Informasi Pelayanan RSUD Kudus Suvi’ah mengatakan, biaya perawatan bakal ditanggung PT Pertamina. Pihaknya telah menerbitkan surat jaminan perawatan korban hingga sembuh.

Sales Representative Region IV Gas Domestik Region III PT Pertamina Herdi Surya Indrawan mengatakan, Pertamina telah mengecek lokasi kejadian dan mendata korban. Di lokasi kejadian, Pertamina mendapati gas keluar dari tabung akibat pentil tabung terganjal serpihan kayu sebesar kuku orang dewasa. Akibatnya, gas menyebar dengan cepat.

Ledakan diduga kuat dipicu listrik atau api kompor yang sedang menyala. Serpihan kayu itu diduga berasal dari sekitar tempat gas diletakkan. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau