Transportasi ibu kota

2011, Etika Berlalin Diajarkan di Sekolah

Kompas.com - 12/10/2010, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan berbagai langkah terobosan cepat dan berani dalam upaya mengurai kemacetan yang terjadi.

Hal itu dikatakan Kadishub DKI dalam Dialog Publik Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Jakarta, Senin (11/10/2010). Langkah-langkah itu, kata Pristono, adalah mempercepat pengoperasian Koridor IX dan Koridor X busway pada akhir Desember tahun ini, menganggarkan pembangunan dua koridor baru busway, yaitu Koridor XI dan Koridor XII pada APBD 2011, terus melakukan sterilisasi busway, restrukturisasi rute angkutan umum, uji kelaikan jalan seminggu dua kali untuk angkutan umum bus hingga penutupan pintu-pintu tol dan putaran balik yang menjadi biang kemacetan.

“Berbagai langkah terus kami upayakan untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota,” kata Pristono.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono yang turut hadir dalam kegiatan itu menegaskan, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

Bahkan, sambungnya, Polda Metro Jaya bersama Dinas Pendidikan DKI telah membuat modul kurikulum etika berlalu lintas yang akan dijadikan bahan pengajaran pada tahun ajaran 2011 di tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.

“Kami mendukung program-program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta dalam upayanya mengatasi kemacetan,” tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau