Bentuk Tubuh Wanita Warisan Orangtua

Kompas.com - 12/10/2010, 11:24 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Bentuk tubuh seorang wanita, apakah itu "apel" atau "pir", adalah warisan dari orangtua. Demikianlah hasil temuan terbaru.

Riset para ahli di Universitas Oxford dan Medical Research Council (MRC) Epidemiology Unit Cambridge Inggris menyimpulkan, bentuk tubuh wanita lebih banyak dipengaruhi oleh beragam faktor genetik. Kesimpulan itu adalah hasil kajian terhadap DNA dari sekitar 250.000 responden.

Dalam temuannya, para ilmuwan mengidentifikasi 13 kelompok gen yang berkaitan dengan kecenderungan bahwa tubuh menyimpan lemak di sekitar perut atau pinggul dan paha. Gen-gen inilah yang memengaruhi perbedaan bentuk tubuh pada kedua jenis kelamin. Namun, tujuh di antara kumpulan gen itu mengarah pada ciri yang lebih spesifik pada tubuh perempuan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, mereka yang memiliki bentuk tubuh "apel" berisiko lebih besar terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2 daripada mereka yang memiliki bentuk "pir", bahkan setelah mengoreksi indeks massa tubuh (BMI).

Para peneliti mengatakan, temuan ini membuka harapan terciptanya pilihan obat-obat yang lebih aman dalam memengaruhi distribusi lemak tubuh. Dengan begitu, mereka yang punya kecenderungan bentuk tubuh "apel" dapat diubah menjadi bentuk "pir".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau