DUBAI, KOMPAS.com — Pemimpin militer Al Qaeda di Yaman, Qassim al-Rimi, Senin, mengumumkan pembentukan "Militer Aden-Abyan" guna membebaskan Yaman dari kekuatan asing.
"Kami siap untuk melaksanakan langkah pertama Militer Aden-Abyan untuk mempertahankan negara ini dan agamanya serta membebaskan tanah ini dari pasukan salib dan agen-agen mereka," kata pemimpin Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) itu dalam rekaman audio di internet.
"Militer ini masih dalam tahap awalnya," katanya, seraya minta bantuan dari gerilyawan dan pendukung mereka dalam pesan audio yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan dengan segera itu. Pengumuman itu disiarkan di laman Al-Malaham yang memiliki hubungan dengan AQAP.
Aden dan Abyan adalah dua provinsi di bagian selatan Yaman, tempat AQAP makin aktif. Pada hari yang sama, Duta Besar Amerika Serikat di Yaman mengatakan, Washington telah berkomitmen untuk bekerja dengan Pemerintah Yaman di Sanaa untuk mengalahkan Al Qaeda. "AS berkomitmen untuk bekerja dengan pemerintah dan rakyat Yaman untuk mengalahkan Al Qaeda di Semenanjung Arab dan untuk menjamin perbatasan Yaman," kata Gerard Feierstein pada wartawan.
"Kami akan terus melatih dan memperlengkapi pasukan anti-terorisme Yaman untuk melenyapkan segera ancaman yang AQAP ajukan pada keamanan kolektif kami," katanya.
Dalam rekaman itu, Rimi menyatakan, penembak jitu dan bom telah digunakan dalam beberapa bulan belakangan untuk menyerang polisi dan pasukan keamanan di Yaman selatan dan timur, dan menambahkan bahwa kelompok itu terdorong oleh keberhasilan serangan tersebut.
Rimi menyatakan, untuk sekarang ini kelompok itu menghindari konfrontasi langsung dengan pasukan Presiden Ali Abdullah Saleh di daerah kota. "Tapi kami hadir di beberapa tempat yang bergunung-gunung, padang pasir, dan pantai," katanya.
Yaman mengatakan, mereka telah memerangi AQAP sejak kelompok itu menyatakan bertanggung jawab atas upaya yang gagal pada tahun 2009 ketika akan meledakkan sebuah pesawat AS di atas Detroit oleh seorang warga Nigeria yang diduga telah dilatih Al Qaeda. AS semakin mencemaskan ancaman yang ditimbulkan oleh gerilyawan di tanah leluhur Osama bin Laden itu, dan memperingatkan kemungkinan Yaman menjadi tempat penyusunan diri kembali Al Qaeda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang