JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana lawatan kapal Rainbow Warrior, kapal milik organisasi lingkungan internasional Greenpeace terancam batal karena hingga Selasa (12/10/2010) malam kapal itu belum mendapatkan izin memasuki perairan teritorial Indonesia. Kapal Rainbow Warrior berada di Asia Tenggara dalam rangkaian tur “Turn the Tide” dan rencananya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Rabu (13/10/2010). Karena Rainbow Warrior belum mengantongi izin untuk memasuki perairan Indonesia, Juru Kampanye Media Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat Soeriatanuwijaya mengumumkan pihaknya membatalkan sejumlah acara yang akan diselenggarakan pada Rabu. “Kami masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait,” kata Hikmat, Selasa. Juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, menjelaskan Rainbow Warrior tidak bisa memasuki perairan Indonesia karena belum menerima izin masuk dari Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, dan Kementerian Perhubungan. Dan itu membutuhkan persetujuan awal dari Kementerian Luar Negeri. ”Kami setiap hari mengecek perkembangan perizinan itu, tetapi sampai Selasa tidak ada pernyataan resmi bahwa Rainbow Warrior bisa memasuki perairan Indonesia. Kami masih berharap Rainbow Warrior diizinkan berlabuh di Tanjung Priok,” kata Maitar. Pada hari Rabu pagi, sedianya Rainbow Warrior tiba di Tanjung Priok, dan mendapatkan penyambutan. “Ada pesta selamat datang bagi Rainbow Warrior. Setelah itu para awak akan melayani para jurnalis yang ingin menulis menulis tentang tur Rainbow Warrior, atau mewawancarai awak. Seluruh acara yang dijadwalkan Rabu dibatalkan,” kata Hikmat. Kemungkinan warga DKI Jakarta akan kehilangan kesempatan mengunjungi kapal legendaris Greenpeace itu. Sedianya, pada Jumat dan Sabtu pekan ini Greenpeace akan memberi kesempatan kepada semua orang, khususnya siswa sekolah, untuk naik ke Rainbow Warrior dan mengenal sejarah Greenpeace maupun kapal itu. Greenpeace juga terpaksa memindahkan lokasi sejumlah acara dan kampanye penyelamatan lingkungan yang akan diselenggarakan pada Kamis. Awalnya Greenpeace akan menggelar diskusi Moratorium Oslo yang disepakati oleh Indonesia dan Norwegia. “Diskusi yang awalnya akan diselenggarakan di atas Rainbow Warrior itu mengundang sejumlah duta besar negara donor perlindungan hutan Indonesia, termasuk Norwegia. Direktur Greenpeace Internasional, Kumi Naidoo, juga akan menghadiri diskusi itu. Kami tetap akan menyelenggarakan diskusi itu, tetapi kami masih mencari lokasi pelaksanaan diskusi,” kata Hikmat. Menurutnya kapal yang membawa 15 awak itu akan melakukan aksi apa pun selain berkampanye tentang pembangunan yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. “Materi kampanye adalah bagaimana negara berkembang seperti Indonesia bisa mencegah dampak perubahan iklim, dengan mempromosikan energi terbarukan dan menyelamatkan hutan,” kata Hikmat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang