Kelenteng Tri Darma Kirab 52 Patung Dewa

Kompas.com - 13/10/2010, 02:28 WIB

BLORA, KOMPAS.com--Kelenteng Tri Darma Hok Tik Bio, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akan melakukan kirab keliling kota sebanyak 52 patung Dewa Kiem Sien dalam perayaan ulang tahun ke-133 kelenteng ini pada 17 Oktober 2010.

Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Darma Hok Tik Bio, Budilistijo Suboko, di Blora, Jateng, Selasa, mengatakan, acara kirab ritual yang akan digelar ini merupakan yang terbesar yang dilakukan Kelenteng Hok Tik Bio.

Rute kirab antara lain melintas Jalan Pemuda, Jalan Alun-Alun, Jalan Kolonel Sunandar dan Jalan Ahmad Yani.

"Acara ulang tahun keleteng dan kirab ritual ini akan diikuti 41 Kelenteng dari berbagai daerah, seperti Rembang, Pati, Kudus, Grobogan dan beberapa Klenteng dari Jawa Timur," katanya.

Selama 133 tahun, kata dia, acara spektakuler yang akan dilakukan pada 17 Oktober 2010 adalah yang pertama kali diselenggarakan, sekaligus mempromosikan budaya serta tradisi masyarakat keturunan Tionghoa sebagai bagian kebhinnekaan bangsa Indonesia. "Kami perlu melestarikan budaya Tionghoa untuk memperkaya khasanah budaya bangsa Indonesia," katanya.

Menurut dia, ada 52 patung dewa dari berbagai daerah yang akan dikirab keliling kota Blora, di antaranya lima patung dewa yang ada di tempat ibadah Tri Dharma, yaitu  Hok Tek Tjing Sin (Dewa Rezeki), Kwan Se Im Po Sat (Dewi Kasih Sayang), Kwan Kong (Dewa Kesetiaan), Kwee Sieng Ong (Dewa Perdagangan), dan Tjiauw Koen Kong (Dewa Dapur).

Acara tersebut, kata dia, akan dikolaborasikan antara seni barongsai, liong samsi, barongan Blora dan reog Ponorogo. Ramuan atraksi budata ini diperkirakan akan meyedot pengunjung dari luar kota. "Acara tersebut berlangsung dua hari, untuk kirabnya dilakukan pagi hari pukul 09.30 WIB," katanya.

Rombongan 41 keleteng, kata dia, ingin mengetahui tentang Blora, sehingga tidak hanya sekedar menghibur, tetapi juga mengingatkan pentingnya kebersamaan tingkat religius keagamaan.

Kelenteng Hok Tik Bio, kata dia, dibangun pada tahun 1877 dan direnovasi pada 1976 dan 1980, serta telah melahirkan dua tokoh besar tingkat nasional, yaitu Ketua Dewan Rohaniawan Konghuchu Indonesia bernama Tjhie Tjay Ing, yang kini berdomisili di Surakarta, dan salah satu Bante (Bikhu) Budha tertinggi di Indonseia yaitu Bante Pannavaro.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (DPPOR), Pudyatmo, mengatakan, pihaknya telah memberikan apresiasi kepada siapa saja yang menggelar ’event’, baik tingkat Jawa Tengah maupun Nasional.

"Pemkab melayani konsultasi dan memberikan fasilitas, termasuk penginapan seperti hotel sudah disediakan, masyarakat dipersilahakan memanfaatkan momen bersejarah ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau