Pengamanan

Hingga Vonis, Sidang Blowfish Ketat

Kompas.com - 13/10/2010, 08:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polres Jakarta Kombes Gatot Edy mengatakan, pengamanan terhadap sidang kasus kericuhan di kelab malam Blowfish, City Plaza, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak akan berubah hingga vonis. Pengamanan ekstra ketat akan terus dilakukan selama sidang yang digelar dua kali seminggu itu.

"Pengamanan akan tetap sama sampai vonis. (Bentrokan) jangan sampai terulang lagi," ucap Gatot di lingkungan PN Jaksel, Rabu (13/10/2010).

Dikatakan Gatot, hari ini pihaknya tetap mengerahkan 900 personil yang berjaga di dalam dan di luar pengadilan hingga beberapa kilometer dari pengadilan. Selain itu, dua kendaraan taktis jenis Barracuda tetap disiagakan. Namun, hari ini kepolisian tidak mengerahkan water cannon seperti sidang terdahulu. Biasanya, dua water cannon terparkir di depan pengadilan.

Pasukan dari Brimob Kelapa Dua, Depok, ditambah dari Polda Metro Jaya, Polres Jaksel, dan berbagai Polsek itu sebagian berjaga lengkap dengan senjata api. Sebagian lagi membawa gas air mata dan tameng.

Agenda sidang hari ini masih mendengarkan keterangan saksi-saksi. Pada sidang Senin (11/10/2010), tidak ada satu pun saksi yang hadir. Akhirnya, empat terdakwa yakni David Too Too, Rando Lili, Konor lolo, dan Bernadus Malelak Al Nadus saling bersaksi satu sama lain.

Pengamanan ekstra ketat itu terkait bentrokan kelompok pendukung terdakwa dengan kelompok pendukung korban kericuhan Blowfish beberapa waktu lalu. Kedua kelompok saling serang dengan parang, ketapel, batu. Bahkan, dari kelompok pendukung terdakwa memenbakkan senjata api. Akibatnya, tiga orang tewas dan belasan orang luka-luka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau