Mutilasi

Setelah Kepala, Ditemukan Sepotong Paha

Kompas.com - 13/10/2010, 10:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak lama setelah penemuan kepala di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, seorang tukang ojek menemukan sepotong paha, Rabu (13/10/2010) pukul 08.30 WIB di Kampung Kramat, RT 4 RW 15, Kelurahan Cililitan. Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Saat itu saya sedang menunggu penumpang. Tiba-tiba seorang warga bilang ke saya, ada mayat mengambang di atas kali," kata Hakim, tukang ojek yang biasa mangkal di Gang Olahraga, dekat Pasar Kramat Jati kepada Kompas.com.

Setelah mendapat kabar itu, Hakim lalu mengejar potongan paha yang bergerak di Kali Baru itu. Ia lalu menunggu di sebuah jembatan kecil dekat Pusat Grosir Cililitan (PGC). "Akhirnya paha itu sampai sekitar jam 08.30 di sela-sela sampah yang nyangkut di jembatan," tutur Hakim.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Saidal, mengatakan, polisi masih meneliti apakah paha ini bagian dari kepala yang ditemukan sebelumnya. "Yang pasti, penemuan kepala dan paha itu berada di dalam satu saluran air. Usianya, bila dilihat dari kepala, sekitar 30-35 tahun," kata Kapolres.

Kombes Saidal melanjutkan, jenis kelamin potongan mayat masih diidentifikasi. "Kami menduga mayat itu dibunuh lebih dari 1 hari," ujar dia.

Untuk menemukan potongan organ tubuh lainnya, polisi kini menelusuri aliran sungai, baik ke hulu maupun ke hilir, mulai dari Cimanggis (Depok).

Sebelumnya, potongan kepala ditemukan petugas pintu air Kali Baru, RT 6 RW 1, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/10/2010) pukul 06.30 WIB. Organ tubuh manusia itu berada di tempat penampungan sampah hasil penyaringan di pintu air.

Saat ini potongan kepala dan paha sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau