Penjaga perdamaian

Indonesia Kirim Polisi ke Darfur

Kompas.com - 13/10/2010, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mengirimkan 140 personel pasukan Formed Police Unit (FPU) III atau Unit Kepolisian Berkualifikasi Khusus ke Darfur, Sudan yang dilanda kerusuhan. Pelepasan ini dilakukan pagi ini (13/9/2010) di Lapangan Bhayangkari, Mabes Polri, Jakarta Selatan. Pasukan FPU III ini diberi nama Kontingen Garuda VD.

Wakil Kapolri, Komjen Jusuf Manggabarani dalam sambutannya mengingatkan bahwa personel perdamaian ini harus bisa memainkan peran di dunia internasional. "Saya harap para personel bisa menjadi global player dalam pelaksanaan tugas ini," harapnya.

Pengiriman ini, menurut Jusuf merupakan salah satu program Polri untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia. "Sudah ada programnya mengenai pengiriman ini. Lagipula masyarakat Darfur, pemerintah dan PBB mengapresiasi pasukan kita jadi kita mengirimkan lagi," ujarnya.

Kontingen Garuda Bhayangkari yang dipimpin oleh AKBP Gatot ini akan bertugas selama satu tahun sampai Oktober tahun depan untuk menggantikan Kontingen Garuda Bhayangkari VC yang telah bertugas sejak Oktober tahun lalu. 

Sebelumnya Polri telah terlibat dalam berbagai misi perdamaian di dunia, diantaranya di Namibia, Kamboja, Mozambik, Kroasia, Slovania Timur, Bosnia, dan Afganistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau