Hore... Tempat Merokok Ditutup

Kompas.com - 13/10/2010, 17:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan keseriusannya dalam memerangi aktivitas merokok di dalam gedung dan kantor. Mulai Rabu (13/10/2010), semua tempat khusus merokok (TKM) di lingkungan Pemprov DKI ditutup.

Penutupan TPM di gedung milik pemerintah itu dilakukan secara simbolik oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu (13/10/2010). Dalam kesempatan yang sama, Fauzi Bowo juga meminta 12 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) termasuk wali kota administrasi di Jakarta untuk menandatangani pakta integritas yang menyepakati larangan merokok di gedung-gedung SKPD tersebut.

"Setiap tiga bulan, saya akan meminta laporannya. Saya akan mengaudit dan saya akan meminta LSM-LSM untuk mengaudit pelaksanaan ini," kata Foke dalam sambutannya pada acara penutupan TKM di Balai Kota Jakarta, Rabu siang.

"Kita juga harus melindungi orang bukan perokok untuk menikmati udara yang bebas dari asap rokok. Suatu hari, suatu saat, kita bisa mewujudkan Jakarta yang bebas asap rokok," tegasnya.

Fauzi Bowo berharap, kegiatan ini nantinya juga diikuti oleh gedung-gedung lain, termasuk mal dan hotel di Jakarta sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2010 tentang larangan tidak merokok di dalam gedung dan tempat kerja yang diterbitkan pada 6 Mei 2010.

Berdasarkan jajak pendapat Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia terhadap 747 responden di lima wilayah Jakarta pada 2009, sebanyak 93 persen responden mendukung terwujudnya Jakarta bebas dari asap rokok.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, dalam survei yang dilakukannya terhadap 96 tempat perbelanjaan di Jakarta, 87 persen di antaranya belum menegakkan aturan mengenai larangan merokok di tempat umum tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau