Hakim Sindir Nyali Sekuriti Blowfish

Kompas.com - 14/10/2010, 01:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Chandra, saksi kasus keributan di kelab malam Blowfish, City Plaza, Jakarta Selatan, banyak mengaku tidak tahu soal keributan pada bulan April 2010 ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010).

Padahal, saat itu ia menjabat petugas keamanan Blowfish. Chandra mengatakan, saat keributan pada Minggu (4/4/2010) itu, ia sedang bertugas di lobi kelab.

Saat itu, dua kelompok saling lempar botol minuman. "Pas bentrok, saya langsung lari ke lobi luar gedung," kata dia ketika bersaksi di sidang terdakwa Rando Lili dan David Too Too.

Chandra mengaku tidak tahu kelompok mana yang bertikai. Dia juga mengaku tidak tahu berapa korban akibat keributan itu.

Pengakuan itu dinilai janggal oleh majelis hakim. Pasalnya, sebagai petugas keamanan seharusnya dia mengatasi keributan dan mencari tahu dampak keributan. "Saya nggak tahu. Setelah itu saya udah ngga kembali (kerja) lagi," ucap dia.

"Sebagai security kan Anda harus mengatasi," tanya hakim. "Saat itu sudah brutal. Saya langsung lari," jawab Chandra.

"Mendaftar security di Jakarta harus bernyali besar, tidak penakut seperti Anda," sindir hakim.

Dikatakan Chandra, bentrokan itu berawal dari kericuhan pada malam sebelumnya antara seorang pengunjuk bernama Albert dengan petugas keamanan.

Kericuhan itu terjadi di pintu masuk kelab. Saat itu, Chandra mengaku sedang berjaga di dalam kelab. "Kata teman-teman, Albert saat itu nggak bisa masuk ke dalam diskotik," ujar dia.

Saat itu terjadi adu mulut hingga berakhir perkelahian. "Albert bilang mau bikin rata Blowfish. Itu didengar manager saya," ucapnya. Albert yang bersaksi setelah Chandra membantah mengatakan itu. "Tidak benar," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau