JAKARTA, KOMPAS.com - Chandra, saksi kasus keributan di kelab malam Blowfish, City Plaza, Jakarta Selatan, banyak mengaku tidak tahu soal keributan pada bulan April 2010 ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2010).
Padahal, saat itu ia menjabat petugas keamanan Blowfish. Chandra mengatakan, saat keributan pada Minggu (4/4/2010) itu, ia sedang bertugas di lobi kelab.
Saat itu, dua kelompok saling lempar botol minuman. "Pas bentrok, saya langsung lari ke lobi luar gedung," kata dia ketika bersaksi di sidang terdakwa Rando Lili dan David Too Too.
Chandra mengaku tidak tahu kelompok mana yang bertikai. Dia juga mengaku tidak tahu berapa korban akibat keributan itu.
Pengakuan itu dinilai janggal oleh majelis hakim. Pasalnya, sebagai petugas keamanan seharusnya dia mengatasi keributan dan mencari tahu dampak keributan. "Saya nggak tahu. Setelah itu saya udah ngga kembali (kerja) lagi," ucap dia.
"Sebagai security kan Anda harus mengatasi," tanya hakim. "Saat itu sudah brutal. Saya langsung lari," jawab Chandra.
"Mendaftar security di Jakarta harus bernyali besar, tidak penakut seperti Anda," sindir hakim.
Dikatakan Chandra, bentrokan itu berawal dari kericuhan pada malam sebelumnya antara seorang pengunjuk bernama Albert dengan petugas keamanan.
Kericuhan itu terjadi di pintu masuk kelab. Saat itu, Chandra mengaku sedang berjaga di dalam kelab. "Kata teman-teman, Albert saat itu nggak bisa masuk ke dalam diskotik," ujar dia.
Saat itu terjadi adu mulut hingga berakhir perkelahian. "Albert bilang mau bikin rata Blowfish. Itu didengar manager saya," ucapnya. Albert yang bersaksi setelah Chandra membantah mengatakan itu. "Tidak benar," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang