Kunjungan 10 hari setelah bencana

SBY Cuma 2 Jam dan 40 Menit di Wasior

Kompas.com - 14/10/2010, 06:37 WIB

WASIOR, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sesuai jadwal yang diterima Kompas, Kamis (14/10/2010) pagi ini, ternyata cuma dua jam dan 40 menit berada di Distrik Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Wasior baru saja dilanda bencana banjir bandang yang menewaskan lebih dari 100 orang sejak 9 Oktober lalu dan Susilo Bambang Yudhoyono datang lebih dari sepekan kemudian.

Pada pukul 08.00 WIT, Yudhoyono meninjau Posko Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir Wasior di Kampung Wasior yang tidak terkena banjir, kemudian langsung menuju Kampung Sanduay, Kecamatan Wasior, dua kilometer dari Dermasa Wasior.

Di Posko Tanggap Darurat Wasior, selain mendengarkan paparan, Presiden juga akan meninjau posko kesehatan serta berdialog dengan masyarakat dan tokoh adat Wasior.

Pukul 10.40 WIT, Presiden Yudhoyono dijadwalkan kembali ke Dermaga Wasior. Dan, Pukul 11.00 WIT, Presiden dijadwalkan naik ke KRI Sultan Hasanuddin-366.

Lima menit kemudian, KRI Sultan Hasanuddin kembali berlayar ke Manokwari. Selanjutnya, pada pukul 19.00 WIT, KRI Sultan Hasanuddin tiba di Pelabuhan Manokwari. Presiden Yudhoyono dijadwalkan menginap semalam di Hotel Swiss Bell, Manokwari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau