PSSI Naturalisasi Christian Gonzalez

Kompas.com - 14/10/2010, 09:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan empat berkas calon pemain naturalisasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Salah satu nama yang diajukan untuk dinaturalisasi adalah striker asal Persib, Christian Gonzalez (Uruguay).

"Tiga pemain lainnya yakni Jhonny Rudolf van Beukering (Belanda), Raphael Guillermo Eduardo Maitimo (Belanda), Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman). Berkas Gonzales, Maitimo, dan Van Beukering sudah saya masukkan kemarin. Sementara itu, Kim sudah seminggu lalu saya masukkan berkasnya," ungkap Iman ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (14/10/2010).

Di antara nama-nama tersebut, Gonzalez nyaris tak terdengar untuk disertakan dalam rencana PSSI untuk menaturalisasi pemain-pemain asing. "Dia sudah lama tinggal di Indonesia. Istrinya juga orang Indonesia. Dan, saya sudah berbicara kepadanya. Sementara itu, Maitimo dan Van Beukering memang sangat berminat membela 'Merah Putih'," lanjutnya.

Lebih lanjut, Iman mengatakan, keempat pemain tersebut diproyeksikan akan tampil membela Indonesia di ajang Piala AFF pada Desember mendatang. "Mudah-mudahan proses naturalisasi bisa selesai akhir bulan ini," ujar Iman.   Iman mengatakan, PSSI rencananya hanya akan menaturalisasi lima pemain. Menurutnya, kemungkinan besar satu kuota lagi akan dimiliki Serginho van Dijk. "Ada perbedaan pandangan politik di keluarga Tobias Jesajas Waisapiy. Saya lebih memilih Van Dijk. Dia penyerang yang cukup berkualitas. Saat ini bersama Adelaide United, ia menjadi pencetak skor," ucap Iman.

"Van Dijk meminta kepada saya untuk mencarikan klub di Inggris sebab keluarganya tidak betah lagi berada di Australia. Saya yakin bisa mencarikan dia klub di Inggris meskipun klub dan Federasi Australia sangat sulit untuk melepasnya," pungkas Iman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau