Mengapa Pria Berdesir Menatap Wanita Hamil?

Kompas.com - 14/10/2010, 09:43 WIB

KOMPAS.com — Bagi para pria lajang, mungkin perempuan hamil akan tampak seperti ibu hamil pada umumnya: yang seluruh bagian tubuhnya membengkak, lalu berjalan tersaruk-saruk karena menahan beban berat di perutnya. Namun, bagi pria yang sudah menikah, perempuan hamil akan dinilai secara berbeda. Perempuan hamil justru jadi tampak seksi di mata mereka dan hal ini disebabkan adanya pengalaman khusus yang terjadi pada setiap pasangan.

Matt Damon, misalnya. Sang istri, Luciana, kini sedang mengandung anak ketiga, dan pengalaman ini sangat berarti buatnya. “Ia sudah hamil selama lebih dari setengah dari lima tahun terakhir, dan setengah yang lain untuk mengasuhnya. Jadi sudah pasti aku bertanya, berapa banyak yang bisa saya minta darinya," ujar pria 40 tahun ini.  "Tetapi sekarang, aku miliknya seluruhnya. Ia tampak luar biasa dan ia bisa merawat dirinya dengan baik."

Pada pria lain, alasannya mungkin bisa berbeda. Berikut beberapa alasan yang membuat pria makin mencintai perempuan yang sedang hamil:

1. Alasan pertama sangat jelas dan masuk akal: bila yang hamil itu istrinya, pria akan memerhatikan segala perubahan fisik yang terjadi, dan hal itu terlihat seksi buatnya. Anda sedang mengandung anaknya, adakah yang lebih membanggakan daripada hal itu?

2. Banyak juga lho, pria yang kurang menyukai perempuan yang terlalu langsing, atau yang tubuhnya tidak menampakkan lekuk. Maka tubuh Anda yang lebih berisi tampak lebih segar dan sehat di matanya.

3. Kehidupan seks jadi seperti ketika pertama kali. Ingatkah Anda ketegangan yang Anda rasakan, atau ketidakpastian apa yang harus Anda lakukan ketika itu? Dengan hamil, Anda jadi punya alasan untuk mencoba hal-hal baru. Posisi seks tertentu, misalnya.

4. Pria sering gemas dengan perempuan yang sedang manja. Misalnya, ketika Anda meminta ia memijat kaki Anda yang pegal, atau mengelus-elus pinggang Anda yang nyeri karena menahan beban di kandungan. Sama kan, dengan ketika Anda sedang mengeluh perut Anda nyeri ketika haid? Ia tak akan tahan membiarkan Anda kesakitan seperti itu.

5. Tak seorang pun dari Anda yang mengkhawatirkan penggunaan alat kontrasepsi saat bercinta. Tidak perlu lagi menghitung masa subur di kalender, atau memasang kondom yang mungkin akan mengurangi kenikmatan si dia. Hal ini akan memberikan perasaan bebas dan menyenangkan.

6. Banyak yang mengatakan, perempuan yang sedang mengandung bayi perempuan biasanya akan tampil lebih rapi dan cantik. Hal ini mungkin hanya mitos, tetapi memang ada sebagian perempuan yang tampak glowing ketika sedang hamil. Anda menjadi begitu cantik di mata suami.

7. Saat hamil, Anda mengalami berbagai perubahan fisik. Namun, hal ini ternyata membuat kulit Anda jadi lembut dan kenyal. Mengapa? Karena Anda rajin mengenakan losion untuk mencegah stretch marks di perut dan paha Anda. Hmmmm... jangan dikira suami tak memerhatikannya.

8. Keteguhan Anda untuk menjalani prosedur apa saja untuk membuat diri Anda hamil, kerelaan Anda untuk menyingkirkan makanan yang Anda sukai demi kesehatan di bayi, dan kepercayaan diri Anda yang meningkat setelah berhasil melalui trimester pertama dengan gemilang, adalah tindakan yang sangat berani. Hal ini membuat suami makin mencintai Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau