JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi PDI Perjuangan menilai, tak ada yang istimewa dari sosok calon kapolri, Komjen Timur Pradopo. Penilaian itu dilontarkan anggota Komisi III, Trimedya Pandjaitan, setelah mendengarkan paparan Timur dalam menjawab puluhan pertanyaan anggota Komisi III pada paruh pertama uji kelayakan dan kepatutan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/10/2010).
"Tidak ada yang baru. Sejauh ini masih biasa saja, tidak ada yang istimewa dan tidak luar biasa. Kalau dikasih nilai, Pak Timur 5,5 sampai 6," kata Trimedya saat jeda uji kelayakan dan kepatutan.
Trimedya mengatakan, ini adalah uji kelayakan calon kapolri kali keempat yang ia ikuti. Menurutnya, jika dibandingkan kapolri sebelumnya, seperti Dai Bachtiar, Sutanto, dan Bambang Hendarso Danuri, Timur belum menyamai secara kualitas.
"Kualitas Pak Timur, jika dibandingkan calon kapolri sebelum-sebelumnya, menurut saya, ada penurunan. Beliau kurang bisa menyerap pertanyaan anggota Dewan," ujarnya.
Padahal, dalam pandangan Trimedya, anggota Dewan sudah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup tajam. "Tapi semua jawabannya normatif. Dia paham mekanisme yang terjadi, dia jawab apa pun, tidak akan ada pendalaman. Jadi ya hasilnya seperti tadi," kata dia.
Pada sesi tanya-jawab paruh kedua, pukul 19.30 malam nanti, PDI Perjuangan masih membutuhkan pendalaman terhadap beberapa hal dan komitmen Timur. Apakah fraksi akan bersikap menerima atau menolak Timur, hal itu akan diputuskan setelah mendengar jawaban yang bersangkutan secara keseluruhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang