Calon kapolri

Timur Jamin Independensi Polri

Kompas.com - 14/10/2010, 18:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertanyaan seputar independensi Polri dilontarkan beberapa anggota Komisi III dalam uji kelayakan dan kepatutan calon kapolri, Komjen Timur Pradopo, Kamis (14/10/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Salah satunya dari Bambang Soesatyo, anggota Komisi III asal Fraksi Partai Golkar.

"Bagaimana bila Bapak diperintah Presiden untuk mengamankan kepentingan penguasa. Misal, kasus Century, dugaan korupsi proyek IT? Ini penting untuk kami ketahui apakah Bapak akan jadi kapolri rakyat atau rasa Istana," tanya Bambang.

Timur menjanjikan, dalam penegakan hukum, ia tak akan mau dicampuri oleh kekuatan politik mana pun. "Dalam penegakan hukum, kita tidak bisa disetir oleh kekuatan mana pun. Itu komitmen saya," ujarnya.

Menjawab pertanyaan lain, Timur juga berjanji akan memisahkan hubungan, baik perkawanan maupun persaudaraan dengan kasus-kasus yang ditangani kepolisian. Menurutnya, menjaga silaturahim merupakan suatu hal yang wajar.

"Namun, persoalannya bagaimana jika terkait kasus? Saya tidak akan mengintervensi kasus-kasus yang sedang dalam proses hukum oleh bawahan saya, kecuali kalau ada laporan masyarakat bahwa ada proses yang tidak benar," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau