Kebakaran Gerbong Kereta Api dari Dalam

Kompas.com - 14/10/2010, 18:40 WIB

LEBAK, KOMPAS.com — Ketua Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi mengatakan, kebakaran kereta api yang parkir di Stasiun Rangkasbitung berasal dari dalam gerbong.

"Saya memastikan sumber api itu dari dalam gerbong kereta api," kata Tatang saat meninjau lokasi kebakaran di Stasiun Rangkasbitung, Kamis (14/10/2010).

Tatang mengatakan, kunjungan ke Stasiun Rangkasbitung tersebut untuk mendukung penyelidikan Puslabfor Mabes Polri yang hingga kini masih dalam pemeriksaan.

Bangkai kereta api yang terbakar itu dipastikan sumber api dari dalam gerbong. Selain itu, rangkaian gerbong yang berada di jalur 3,4,5 dan 6 dalam kondisi tidak berjalan.

"Sengaja atau tidak sengaja, api itu dari dalam gerbong," katanya.

Pihaknya juga mendukung hasil laporan Puslabfor Mabes Polri bahwa gerbong-gerbong kereta api itu dipastikan sengaja dibakar. Hal ini terkait dengan temuan polisi bahwa ada tiga titik api di jalur 3, 4, 6, serta arang dan bahan bakar bensin, sedangkan di jalur 5 tidak ditemukan titik api.

Menurut dia, kasus kebakaran kereta api tersebut jangan sampai terulang kembali dan perlu adanya pengamanan ketat dari pihak stasiun.

Pembakaran gerbong yang parkir di Stasiun Rangkasbitung begitu mudah karena ketidakadaan pengamanan ketat.

Kondisi stasiun terbuka dan siapa pun bisa masuk ke dalam gerbong. "Saya kira ke depan perlu adanya pengamanan ketat stasiun itu," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus kebakaran gerbong kereta api dan menangkap pelakunya.

"Saya datang ke sini hanya membantu kepolisian. Saya tidak bisa menyelidiki karena kondisi kereta tidak berjalan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau