Unjuk rasa

Polisi Yunani Bertindak Tegas

Kompas.com - 14/10/2010, 20:34 WIB

KOMPAS.com -  Polisi Yunani menembakkan gas air mata dan melabrak demonstrasi pekerja yang menduduki kawasan monumen kuno Acropolis di Athena. Mereka memprotes pemerintah lantaran gaji yang belum dibayar dan PHK. Gambar-gambar yang ditayangkan televisi memperlihatkan polisi mengejar karyawan kementerian kebudayaan di sekitar monumen peradaban kuno Yunani tersebut.

Puluhan karyawan menutup kompleks Acropolis Rabu (14/10/2010) pagi dan menuntut gaji yang belum dibayarkan selama dua tahun. Mereka mendirikan barikade di dalam kawasan monumen, mengunci pintu gerbang dan menolak turis yang hendak masuk.

Demonstran mengatakan mereka berniat memblokade Acropolis, salah satu daya tarik wisata ternama Yunani, hingga 31 Oktober.

Di samping tunggakan gaji, massa pekerja juga marah bahwa sekitar 320 staf temporer akan kehilangan pekerjaan mereka ketika kontrak mereka berakhir pada akhir bulan.

Salah seorang pekerja yang ikut mogok, Nikos Hasomeris, sebelumnya memperingatkan pihak berwenang agar tidak menerobos paksa blokade. "Semua kolega kami mendukung kami, sehingga monumen tidak akan buka hari ini apa pun yang terjadi," kata Hasomeris kepada salah satu stasiun televisi Yunani seperti dikutip kantor berita AFP.

Namun, polisi yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara Kamis pagi setelah pengadilan menyatakan demonstran menghambat akses ke situs kuno Acropolis.

Rekaman video menunjukkan polisi memasuki situs dari pintu samping. Mereka menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran, dan wartawan yang berkumpul di gerbang utama.

Yunani mengalami gelombang pemogokan dan demonstrasi terkait langkah penghematan yang harus diterima pemerintah Yunani agar bisa menerima dana talangan dalam jumlah besar dari negara-negara zona euro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau