JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menegaskan, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke lokasi paling parah di kampung Sanduay membuktikan pemerintah bertindak tepat dan proporsional untuk merespon bencana Wasior.
"Lokasi sulit, sehingga Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono harus bermalam di kapal perang. Itu menandakan perhatian serius," ujar Salim Segaf dalam siaran persnya, Kamis (14/10/2010) malam.
"Semua pihak harus bergandengan tangan pulihkan Wasior. Bukan saling menyalahkan," sambung Salim.
Menurut Mensos, Presiden juga menginstruksikan perpanjangan masa tanggap darurat dan agar utamakan air bersih dan alat berat untuk membantu korban banjir bandang di Wasior.
Saat di Manokwari, Presiden instruksikan trauma healing untuk pengungsi. Kementerian Sosial telah mengirim tim perlindungan anak dan lansia ke Wasior. Hunian sementara segera dibangun di Distrik Wasior, sehingga pengungsi lebih nyaman.
Menurut Mensos, tugas lain lebih rumit adalah mengidentifikasi korban meninggal sebanyak 150 orang dan hilang 123 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang