Ketegangan Kecil Gayus-Ruhut

Kompas.com - 14/10/2010, 22:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketegangan kecil terjadi antara dua anggota Komisi III, Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul, Kamis (14/10/2010) malam, pada saat uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri Komjen Timur Pradopo.

Bermula dari permintaan Gayus agar Timur menjelaskan apa isi pembicaraan pertemuan tertutup antara dirinya dan Pimpinan DPR, pekan lalu.

Gayus merupakan salah satu motor yang menyampaikan nota protes keras atas pertemuan tersebut. "Calon harus menjelaskan apa saja yang dibahas secara tertutup dengan Pimpinan DPR. Perlu diketahui apakah ada kesepakatan di luar fit and proper test ini," kata Gayus.

Menanggapi permintaan Gayus, Ketua Komisi III Benny K Harman meminta agar anggota meminta penjelasan mengenai hal tersebut kepada Pimpinan DPR. "Jangan kepada calon," ujarnya.

Namun, tawaran ini ditolak Gayus. Ia tetap meminta Timur menjawab pertanyaannya. Tak lama kemudian, Ruhut menimpali. "Apa pun kalau ada kesepakatan oleh Pimpinan DPR yang diwakili Demokrat, Golkar, PDI-P, PAN, PKS, apa urusan kita? Kita yang memutuskan, Profesor Gayus Lumbuun. Sudahlah, tolong kita jangan cengeng," kata Ruhut.

Disebut cengeng, Gayus langsung menyambut ucapan Ruhut, "Saya bukan cengeng. Kita bukan orang cengeng. Tapi ini persoalan esensial. Saya minta jangan ada anggota yang mengomentari anggota lain," kata Gayus.

Menurut Gayus, penjelasan Timur mengenai isi pertemuan tersebut sangat penting untuk menentukan sikap terkait pencalonan yang bersangkutan. Ketegangan kecil ini berakhir setelah Benny langsung mengetuk palu untuk menskors rapat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau