Setahun sby-boediono

Didik: Pemerintah Belum Optimal

Kompas.com - 14/10/2010, 22:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini menilai, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono masih belum optimal dalam menjalankan tugasnya. "Pemerintahan belum optimal, hasilnya banyak yang terbengkalai," kata Didik yang juga aktivis Nasional Demokrat di Jakarta, Kamis (14/10/2010).

Menurut Didik, berbagai program pemerintah untuk mendorong perekonomian tidak jalan. Program seperti infrastruktur macet. "Jalan-jalan tol yang katanya mau dibangun, tidak ada," katanya.

Selain itu, program untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak juga terhambat. "Berbagai program sulit terlaksana, konversi gas, pembatasan BBM tidak juga jalan. Padahal banyak program subsidi yang membebani," katanya.

Didik melanjutkan, perekonomian Indonesia sangat beruntung dengan faktor-faktor eksternal pemerintah. Faktor eksternal pemerintah telah membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi. Seperti aliran dana masuk dan masih kuatnya daya beli masyarakat.

Namun demikian, menurut Didik, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik, tingkat kesejahteraan di masyarakat bawah justru memburuk. Hal itu terlihat dari data membengkaknya jumlah tenaga kerja informal dari 64 juta menjadi 68 juta jiwa. "Ini terjadi peralihan dari mereka yang dulunya bekerja di sektor formal ke informal yang kualitasnya lebih buruk, upahnya lebih rendah, jam kerja rendah, kesejahteraan rendah," katanya.

Didik menambahkan, sektor informal di Indonesia terus membengkak meskipun telah banyak kementerian yang menangani masalah ini.

Untuk itu, Didik menyarankan agar pemerintah tidak hanya berwacana dalam membangun infrastruktur. "Tetapi jelas dan tegas serta tangkas. Jadi jangan hanya bilang mau bangun ini-itu, tapi tidak kerjakan. Mungkin perlu strategi yang lebih baik," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau