Calon kapolri

Tak Ada Ketegangan untuk Timur

Kompas.com - 14/10/2010, 23:35 WIB

KOMPAS.com — Yang namanya "ujian" biasanya penuh ketegangan. Namun, suasana itu tak tergambar dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo yang berlangsung sejak Kamis (14/10/2010) pagi hingga pukul 21.35 malam ini.

Suasana begitu cair. Rapat internal tertutup yang digelar Komisi III sebelum menguji Timur menyepakati bahwa mekanisme tanya-jawab tidak akan diisi dengan pendalaman. "Apa pun jawaban Pak Timur, mau tidak mau kita terima. Tidak bisa didalami atau kita cecar," kata anggota Komisi III asal Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan.

Pertanyaan-pertanyaan anggota Dewan pun tak ada yang terlalu menukik, hanya bersifat konfirmasi. Bahkan, sesekali dilontarkan canda saat mereka mengajukan tanya.

Anggota Komisi III asal Fraksi Partai Hanura, Susaningtyas, misalnya. Ia sempat bercanda dengan menyebut Timur sebagai "Pak Kumis". Timur memang identik dengan kumis tebal yang menjadi ciri khasnya. "Kali ini, kita kasih kesempatanlah Pak Kumis jadi Kapolri," ujar Susaningtyas disambut tawa riuh rekan-rekannya.

Pada paruh kedua tanya jawab yang dimulai pukul 19.30, "aura" positif kembali melingkupi. Beberapa anggota Dewan dengan mantap menyebut Timur sebagai Kapolri. Ada yang mengaku keseleo lidah, ada pula yang sengaja menghilangkan kata "calon" di depannya.

Bisa jadi, suasana tak tegang ini karena sudah ada keputusan atas Timur sebelum uji kelayakan dimulai. Seperti diungkapkan anggota Komisi III asal Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. "Soal lolos, pasti. Karena Setgab sudah setuju, apalagi Setgab mendominasi. DPR ini hanya stempel saja," kata Bambang, dua hari lalu.

Memasuki break penyusunan pandangan minifraksi, suasana lebih cair lagi. Para anggota bukannya berkumpul dengan kelompok fraksinya untuk menentukan sikap, mereka lebih memilih berkumpul sambil terlihat beberapa kali tertawa. Bahkan, celetukan-celetukan penuh canda juga disuarakan melalui pengeras suara.

"Sudahlah, tidak usah ngomong macam-macam lagi, nanti di-reshuffle menteri kalian," kata seorang anggota Dewan. Yang lainnya, ada yang menyanyikan sebuah lagu melalui pengeras suara yang ada di meja masing-masing.

Setelah 15 menit, rapat kembali dimulai untuk menentukan nasib Timur. Dan hasilnya: semua fraksi menyetujui Timur secara aklamasi sebagai Kapolri. Pekan depan, persetujuan ini akan diputuskan secara resmi melalui Rapat Paripurna DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau