Kawasaki Sodorkan Kasta Tertinggi ZX-14

Kompas.com - 15/10/2010, 10:24 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Setelah memperkenalkan seluruh varian kecil dan menengah, kini Kawasaki menampilkan kasta tertinggi dari line-up Ninja, ZX-14. Kuda besi ini memberikan ketangguhan dan kecepatan sepeda motor sport sejati.

Dari tongkoran luar, "kakak tertua" Ninja ini terlihat kekar berisi. Bodinya terintegrasi dengan sein depan belakang dengan faring dan masing-masing dua lampu utama (headlight) multi reflektor yang sejajar. Jadi dua lampu terluar digunakan untuk penerang utama dan high beam, sedang dua di alam untuk lampu senja.

Pada panel indikator model LCD digitral menampilkan berbagai informasi mulai dari odometer, dua pengukur jarak tempuh (trip meter), isi bahan bakar, posisi transmisi dan jam. Selain itu, motor juga dilengkapi speedometer dan tachometer analog supaya lebih kental nuansa balapnya.

Kawasaki Ninja ZX-14 mencoba menantang Suzuki Hayabusa dengan bekal mesin 4-tak 1.352cc berpendingin cairan, DOHC, 4-katup per silinder. Motor juga dilelengkapi kopling hidrolik dengan gigi persneling enam tingkat percepatan.

Untuk sistem pengereman, merek yang identik dengan warna hijau ini punya produk sendiri yang disebut KIBS (Kawasaki Intelligent anti-lock Brake System). Fungsinya mirip ABS biasa, mencengah rem agar tak mengunci saat kondisi darurat sehingga pengendara masih bisa menghindar.

Fitur lainnya, sistem sensor multi yang mampu merangkum berbagai informasi dari ECU, mulai dari kecepatan putaran roda, tekanan kaliper rem, RPM mesin, bukaan gas, kopling, dan posisi tingkat percepatan yang digunakan.

Kawasaki membandrol ZX-14 dengan harga 15.399 dollar AS atau Rp 137,3 juta per unit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau