Calon kapolri

Kapolri Ingatkan Timur Soal Terorisme

Kompas.com - 15/10/2010, 11:04 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengingatkan Komisaris Jenderal  Timur Pradopo yang baru disetujui DPR sebagai Kapolri terpilih agar tetap mewaspadai aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Hal itu diungkapkan Bambang Hendarso Danuri saat ditanya pers, sebelum mengikuti pertemuan dengan Presiden Yudhoyono di salah satu ruang di Hotel Swiss-Belhotel, Manokwari, Jumat (15/10). "Terorisme tetap, ya (menjadi prioritas). Sebab, itu kan termasuk dalam program revitalisasi Polri yang akan datang," ujar Bambang.

Bambang melanjutkan, "Apa pun kita tahu, sel-selnya (kelompok teroris) terus dijalankan, dan konsep radikalisasi masih juga terus dikembangkan sampai sekarang ini. Oleh karena itu kita tak boleh lengah dan harus terus mewaspadainya."

Menurut dia, yang paling penting dalam usaha tindakan pemberantasan terorisme adalah sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). "Selain juga dengan TNI untuk striking force. Ke depan harus seperti itu. Itulah yang kita canangkan dan akan ditindaklanjuti oleh Pak Timur nanti," kata Bambang lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau