Govt to Build Makeshift Shelters for Wasior Flood Victims

Kompas.com - 15/10/2010, 14:04 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - President Susilo Bambang Yudhoyono said  the government would construct temporary shelters for victims  of the recent flash flood in  Wasior, West Papua.       "The government has decided to build temporary shelters for them," the President told the press at Rendani airport, Manokwari, West Papua, Friday.        The head of state made the statement after making a two-day visit in Manokwari and Wasior to get first-hand information on the conditions of the flood victims and the damage caused by the flash floods.       The temporary shelters to be constructed jointly by military and police personnel as well as local inhabitants must be  better than the emergency camps where they were currently staying, he said. The temporary shelters should  meet the minimum sanitary standards and have adequate clean water supply sources, he said.

The President had earlier spoken about  the plan to build the temporary shelters when he met Wasior flood refugees in Manokwari.  According to data from the National Disaster Mitigation Agency, at least 4,711 people, who had become victims of the flash flood in Wasior are currently being accommodated in Manokwari, around 240 km from Wasior. Some  2,554 others found shelters at their own initiative  or moved in with relatives.

Around 2,652 victims had remained in Wasior but had been evacuated to  emergency camps while 355 others had moved  to Nabire.  The Wasior flash flood which struck on October 3 and 4, had reportedly killed at least 124 people, and left 123 others still missing.

Wasior town in Teluk Wondama district, West Papua Province, was covered with mud, logs and rocks following the flood. The town badly needs heavy-duty  equipment for evacuation and cleaning operations.        The flash flood  has not only caused lots of families to lose  loved ones but also  injury to 853 people and forced 4,625 others to move to safer places.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau